Buaya Sungai Manggar Terkam Warga

Kisah Dukun Air yang Membantu Pencarian Korban Diterkam Buaya: Saya Minta Lepas, Ya Dilepas

Kik Usman yang dikenal sebagai dukun air mengisahkan kronologi dirinya turut membantu mencari keberadaan Saat (50), korban diterkam buaya

posbelitung/suharli
Kik Usman Dukun Air (tetua adat) Desa Lintang, saat akan kembali ke rumahnya usai melakukan ritual adat, Senin (10/8/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Kik Usman yang dikenal sebagai dukun air mengisahkan kronologi dirinya turut membantu mencari keberadaan Saat (50), korban diterkam buaya di Sungai Manggar.

Warga Dusun Langkang, Desa Lintang, yang sudah 13 tahun dipercaya menjadi tetua adat air atau lebih dikenal masyarakat Belitung dengan sebutan istilah dukun air.

Dia berkisah, awalnya dia mengetahui kejadian karena ada pihak keluarga korban yang menghubunginya, karena berbeda wilayah tetua adat dia menghormati tetua adat kampung setempat, dan baru dapat membantu setelah ada permintaan bantuan dari tetua adat kampung baru lah dirinya berani

"Warga Jadi saya mau kerjakan kalau sudah ada istilahnya betare (izin) kemarin ada tiga dukun kampung (tetua adat) meminta bantu ya saya datang. Saya dukun aik, Desa Lintang
jadi saya minta bantuan juga dengan dukun kampung (tua adat) setempat," ujar Kik Usman ditemui usai proses evakuasi jenazah korban, Senin (10/8/2020).

Dia mengaku semalam pun sebenarnya dia sudah mengusulkan agar menggunakan ritual adat karena di Belitung ada adat istiadatnya.

"Semalam saya sudah bilang juga pakai lah suku adat (ritual adat). Kalau di Belitung ini memang adatnya seperti itu," ujarnya.

Ritual adat yang dilakukan oleh tetua adat mengharuskan pencarian oleh tim sar gabungan untuk istirahat sejenak dan naik ke darat, dan kemudian barulah dimulai ritual adat.

"Mungkin secara istilah semalam penunggu itu sudah datang sama kami, disampaikannya kalau saya tidak datang dia tidak mau kasih. Tadi saya minta lepas, ya dilepas," ujarnya.

Kik Usman menyampaikan ritual suku adat sempat direncanakan dilakukan malam hari namun karena belum ada orang yang memintanya dirinya pun tidak berani melangkahi.

"Jadi saya mau kerjakan kalau sudah ada istilahnya betare (izin) kemarin ada tiga dukun (tetua adat) minta bantu jadi saya baru bisa bantu," ujarnya.

Sebelumnya Kik Usman juga sudah pernah ritual adat saat kejadia orang tertimpah tanah 10 hari di kecamatan Gantung tidak ditemukan, setelah dilakukan ritual adat selang tak lama jenazah tersebut ditemukan utuh.

Suasana saat korban baru ditemukan oleh tim gabungan BPBD dan Basarnas setelah dilakukan ritual adat, Senin (10/8/2020).
Suasana saat korban baru ditemukan oleh tim gabungan BPBD dan Basarnas setelah dilakukan ritual adat, Senin (10/8/2020). ((Posbelitung.co/BryanBimantoro))

Hal mengejutkan terjadi.

Saat Dukun Air menyebut nama Saad, korban diterkam buaya, seketika mayat pria berusia 50 tahun itu langsung timbul dari dalam aliran Sungai Manggar.

Ritual adat ini dipimpin oleh Ki Usman yang merupakan dukun air.

Sebelumnya pencarian sudah dilakukan sejak mulai pukul 07.00 pagi WIB dan dihentikan sejenak sekitar pukul 09.00 untuk dilangsungkan ritual adat.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved