Berita Belitung

Disbudpar Belitung Timur Resmikan Gerakan BISA

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur resmikan gerakan BISA.

posbelitung.co/Suharli
Disbudpar Belitung Timur resmikan gerakan Bisa di Objek Wisata Tebat Rasau, Rabu (13/8/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur resmikan gerakan BISA.

Kata BISA diartikan Bersih Indah Sehat dan Aman untuk destinasi pariwisata.

Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melalui Deputi Kebijakan Strategis.

Program BISA dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Republik Indonesia untuk melaksanakan program padat karya sebagai upaya mitigasi dampak COVID-19 pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Program tersebut juga bertujuan untuk peningkatan kualitas dan daya saing destinasi pariwisata indonesia guna mendorong peringkat indonesia dalam travel dan tourism comvetiveness index (TTCI).

Negara kita masih menempati peringkat ke- 102 dalam kategori health dan hygiene dan peringkat ke-80 kategori safety dan security dari 140 negara di dunia.

Pembukaan gerakan BISA Belitung Timur dilaksanakan di geosite/objek wisata alam tebat rasau Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang - Belitung Timur.

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari (12 - 13 Agustus) bertempat di lima destinasi wisata di Belitung Timur.

Pembukaan tersebut dihadiri oleh Direktur Pengendalian Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Tim Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Kadisbudpar Kab. Belitung Timur, Camat Simpang Renggiang, Camat Gantung, kepala desa dan kelompok sadar wisata, komunitas serta karang taruna terkait 5 destinasi wisata tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur, Evi Nardi menyampaikan adanya pelaksanaan program BISA ini sejalan dengan upaya Disbudpar Belitung Timur dan pengelola destinasi wisata di Belitung Timur untuk bangkit kembali membenahi destinasi-destinasi wisata supaya siap dibuka, tentu sesuai SOP protokol kesehatan.

Penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) merupakan era baru, cara baru dan harapan baru bagi sektor pariwisata di Belitung Timur untuk pulih.

"Kita bersama tentunya memahami bahwa saat ini Sektor Pariwisata kita sedang mengalami tantangan dan keterpurukan yang sangat hebat dikarenakan Pandemi COVID-19 yang sudah menjadi permasalahan serius bagi seluruh Dunia," ujar Evi Nardi dalam sambutannya, Rabu (12/8/2020).

Hal ini dikatakannya berdampak buruk terhadap perekonomian khususnya terhadap pelaku wisata.

Menurutnya dalam hal ini Pemerintah Daerah terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Pusat yaitu dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk melakukan berbagai Tindakan-tindakan serta program-program kerja di sektor pariwisata selama terjadi Pandemi.

"Dalam hal ini pemerintah dan para stakeholder di industri pariwisata dan ekonomi kreatif harus mampu beradaptasi terhadap hal tersebut, dengan menyiapkan destinasi wisata yang berbasis, Bersih, Indah, Sehat dan Aman," ujarnya.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved