Penerbangan di Bandara HAS Hanandjoeddin Belitung Masih Dilakukan Pembatasan

Penerbangan di Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung sekarang ini masih berstatus dilakukan pembatasan.

Penulis: Disa Aryandi |
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Situasi Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan beberapa waktu lalu 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bangka Belitung KA Tajuddin mengatakan, untuk pembatasan penerbangan di Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung sekarang ini masih berstatus dilakukan pembatasan.

Lantaran Surat Edaran (SE) Gubernur Bangka Belitung tentang pembatasan penerbangan akibat pandemi covid-19, sekarang masih diberlakukan. Pembatasan penerbangan itu, sebagai bentuk upaya pengendalian mobilitas orang yang datang ke Bangka Belitung.

"Jadi untuk penerbangan masih dilakukan pembatasan, dikarena kondisi covid-19 ini, walaupun penambaha nya sedikit tapi perlu dikendalikan. Perlu diketahui bahwa, rata - rata covid-19 ini kebanyakan import, maka kebijaksanaan gubernur tetap mengendalikan pergerakan penumpang, agar penyebaran covid-19 bisa di minimalisir," ucap KA Tajuddin kepada posbelitung.co, kamis (20/8/2020).

Untuk penerbangan tersebut, kata dia, kini ada perubahan, yang awalnya hanya satu kali penerbangan setiap air land kurun waktu satu hari, kini berubah menjadi satu air land bisa menjadi dua kali penerbangan dalam waktu satu hari.

Itu untuk rute Jakarta - Tanjungpandan atau Tanjungpandan - Pangkalpinang. Bisanya penambahan penerbangan tersebut, salah satunya untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

"Tapi tetap dalam kategori pembatasan penumpang, misalkan Tanjungpandan - Pangkalpinang itu setiap airline boleh terbang satu kali sehari, sebelumnya hanya satu penerbangan sehari," ujarnya.

Dengan adanya penerbangan tersebut, kata dia, maka frekuensi penerbangan dari Pangkalpinang ke Tanjungpandan misalkan, menjadi bertambah. Hanya saja untuk setiap penerbangan tersebut, penumpang tetap harus melakukan kegiatan dengan rapid test atau swab test, yang menunjukkan non reaktif.

"Kemudian harus mematuhi protokol kesehatan, dan itu harus menjadi perhatian,  kalau setiap penumpang untuk itu mempunyai kesadaran yang tinggi, tentu  bisa membantu menimalisir. Nah kedepen nya, kita akan melihat lebih lanjut, apakah  situasi penerbangan ini akan membaik, atau bagaimana," pungkasnya. (posbelitung.co/Disa Aryandi)
 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved