Kisah Haru Nenek di NTT Rawat Keponakannya yang 14 Tahun Dipasung

Lusia mengatakan, selama 14 tahun Paulus dipasung di kamar karena kerap meresahkan dan membuat onar warga sekitar.

Tayang:
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
Seorang nenek, Lusia Daghus (85) menatap keponakannya, Paulus Jaghang (41) yang dipasung di tenda di kamarnya yang reyot di Kampung Waebok, Kelurahan Ronggakoe, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Kamis, (13/8/2020). 

"Saya tidak tahu tindak lanjut dari kunjungan tersebut. Apakah hanya sekedar kunjungan saja?" tanyanya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur, Wilhemus Deo mengatakan, Pemkab Manggarai Timur sudah menyiapkan anggaran agar penderita gangguan jiwa dirawat di Panti Renceng Mose Ruteng.

Tahun 2020, Dinas Sosial Manggarai Timur memiliki anggaran untuk membawa lima orang penderita dirawat di panti itu.

Sedangkan untuk Paulus, akan dimasukkan ke dalam anggaran 2021.

Dia mengatakan, anggaran di dinas sosial terbatas sehingga penderita gangguan jiwa akan ditangani secara bertahap.

"Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur sudah menjalin kerjasama dengan panti rehabilitasi Renceng Mose Ruteng," ujar Wilhemus saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu, (19/8/2020). (Kontributor Manggarai, Markus Makur)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Meski Serba Kekurangan, Nenek Lusia Setia Merawat Keponakannya yang 14 Tahun Dipasung"

Artikel ini telah tayang di TRIBUNWOW.COM dengan judul Kisah Haru Nenek di NTT Rawat Keponakannya yang 14 Tahun Dipasung: Tolong Lepaskan Balok di Kakinya

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved