Arab Saudi Buka Kembali Ibadah Umrah, Mulai 1 November Untuk Jemaah Dari Luar
Di pintu masuk, kamera pendeteksi suhu tubuh akan memindai suhu masing-masing jemaah
Arab Saudi Buka Kembali Ibadah Umrah
POSBELITUNG.CO - Setelah lebih dari enam bulan ditutup, pemerintah Kerajaan Arab Saudi akhirnya membuka kembali pintu Masjidil Haram, Makkah, bagi kaum muslimin, mulai Minggu (4/10/2020) kemarin.
Hal ini juga sekaligus menjadi penanda dibukanya kembali pelaksanaan ibadah umrah dengan jumlah terbatas dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Presiden Umum Urusan Dua Masjid Suci, Abdulrahman Al-Sudais, mengatakan, digelarnya kembali ibadah umrah di Masjidil Haram dan mengunjungi Rawdah di Masjid Nabawi dengan mematuhi tindakan pencegahan pandemi dilakukan berdasarkan persetujuan Raja Salman.
”Persetujuan kerajaan mencerminkan ketajaman kepemimpinan Saudi guna memastikan keamanan pengunjung mesjid suci, sebagai tanggapan atas keinginan umat Islam untuk melaksanakan umrah,” kata Al Sudais, Minggu (4/10/2020).
Dibukanya kembali pelaksanaan ibadah umrah ini disambut gembira warga Makkah. ”Seluruh warga Makkah sangat bahagia hari ini.
Rasanya seperti bebas dari penjara. Kami benar-benar kangen dengan nuansa ibadah umrah di kota ini,” kata Yasser al-Zahrani, seorang warga Makkah.
Al-Zahrani berharap ke depannya tidak ada lagi penutupan Masjidil Haram. Menurutnya, ketika ibadah umrah dilarang untuk sementara waktu, hidup terasa seperti mimpi buruk.
Alasannya, nyaris tidak ada pekerjaan untuk membayar tagihan-tagihannya.
Sebagai perbandingan, sebelum pandemi Covid-19 (virus Corona), kurang lebih ada 1.300 hotel yang aktif di Makkah setiap harinya. Sebab, mereka harus menangani jemaah-jemaah umrah yang terus berdatangan. Namun ketika terjadi pandemi Covid-19, hotel-hotel itu jadi sepi pengunjung.
”Selama pandemi, (karena hotel sepi) kami tidak dibayar. Beberapa yang bekerja di sektor perhotelan juga di-PHK,” ujar seorang pekerja hotel yang enggan disebutkan namanya.
Meski pelaksanaan ibadah umrah sudah dibuka, otoritas Arab Saudi masih memberlakukan sejumlah pembatasan. Untuk memastikan tidak ada cluster baru selama ibadah umrah, Kementerian Haji dan Umrah tidak hanya menerapkan pembatasan, tetapi juga pencegahan.
Perihal kapasitas misalnya, jemaah yang diizinkan ke Baitullah hanya boleh 30 persen dari kapasitas maksimal atau setara dengan 6.000 orang per hari dibagi beberapa kelompok sesuai dengan slot waktu yang disediakan. Tiap kelompok mendapat durasi 3 jam. Selain itu, umrah dibuka untuk jemaah domestik dulu selama sebulan, sebelum dibuka untuk jemaah dari luar negeri.
Setelah mengambil miqat dan mengenakan baju ihram, mereka berkumpul di lima meeting point antara lain Al-Gaza, Ajyad, dan Al-Shasha. Fasilitas yang didapat bebas biaya alias gratis. Di sini mereka bersama-sama naik bus menuju Masjidil Haram dengan didampingi tenaga medis profesional.
Di pintu masuk, kamera pendeteksi suhu tubuh akan memindai suhu masing-masing jemaah. Jika ada yang suhunya tinggi atau diduga tertular Covid-19, bel peringatan langsung dibunyikan. Sementara di dalam lokasi ibadah, pembersihan dilakukan 10 kali sehari termasuk pembersihan pendingin udara. Hal itu dilakukan di tiap jeda masuk rombongan baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/pelaksanaan-ibadah-umrah-yang-dimulai-4-oktober-2020.jpg)