Saksikan Dua Fenomena Langit akan Muncul Malam Ini, Bulan Sabit Tua dan Super New Moon

Dua fenomena langit yang akan tampak malam ini bulan sabit tua dan super new moon (bulan baru super).

Editor: Hendra
Pos Belitung/Wahyu Kurniawan
Bulan Sabit 1 Juli 05.40 WIB 

POSBELITUNG.CO -- Dua fenomena langit akan muncul bersamaan mulai sore hari Jumat (16/10/2020) hingga Sabtu (17/10/2020).

Berdasarkan keterangan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Republik Indonesia ( Lapan RI), kedua fenomena tersebut adalah ketampakan terakhir bulan sabit tua dan super new moon (bulan baru super).

Berikut penjelasan lebih rincinya:

1. Bulan Sabit Tua

Bulan sabit tua ini dapat Anda saksikan pada Jumat (16/10/2020) sejak pukul 17.00 WIB hingga terbit matahari yaitu pada pukul 05.30 WIB, dengan jarak toposentris 357.201 kilometer.

Bulan Sabit 1 Juli 05.48 WIB
Bulan Sabit 1 Juli 05.48 WIB (Pos Belitung/Wahyu Kurniawan)

Iluminasi bulan yang terjadi adalah 1,37 persen dan lebar sudut 0,46 menit busur.

Untuk diketahui, iluminasi bulan adalah besarnya bagian cakram bulan yang tersinari dan menghadap ke bumi dan bisa dilihat dari bumi.

Bulan sabit tua kali ini berumur 28 hari 11,5 jam, elongasi dan terbit dari arah timur di konstelasi Virgo.

Bulan sabit tua ini dapat Anda saksikan tanpa bantuan alat optik atau bisa dengan mata telanjang, jika cuaca di sekitar Anda cerah dan bebas polusi cahaya.

2. Super new moon

Bulan baru super atau super new moon adalah fase bulan baru yang waktu kejadiannya berdekatan dengan perigee bulan.

Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lapan Emanuel Sungging mengatakan bahwa perigee bulan itu sendiri merupakan kondisi bulan yang berada agak dekat dari bumi.

Gerhana Bulan
Gerhana Bulan (Pixabay)

Nah, bulan baru kali ini terjadi pada pukul 02.50 WIB. Sementara, perigee bulan terjadi empat jam setelahnya yakni pada pukul 06.40 WIB.

Sehingga, didapatkan jarak geosentrik bulan ketika fase bulan baru kali ini adalah 335.946 kilometer dengan diameter sudut 33.4775 menit busur.

Sementara itu, ketika perigee terjadi, jarak geosentrik bulan dari bumi adalah 356.916 km dengan diameter sudut 33.800 menit busur.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved