Penanganan Setiap Pasien Positif Covid-19 Tidak Sama, Ini Perbedaanya Berdasarkan Gejala

Untuk pasien positif Covid-19 yang tidak bergejala, mereka akan diimbau untuk isolasi mandiri di rumah atau di RS darurat.

Editor: Rusmiadi
Tribunnews
Ilustrasi tenaga medis yang sedang merawat pasien Covid-19. 

POSBELITUNG.CO - Penanganan terhadap pasien positif Covid-19 tidak selalu sama. Melainkan berdasarkan gejala.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Abdul Kadir memaparkan alur penanganan pasien Covid-19.

Menurut Kadir, pasien yang terkofirmasi positif Covid-19 dilayani berdasarkan gejala.

Ada yang tidak bergejala, gejala ringan, hingga sedang atau sakit berat.

“Penanganan pasien yang konfirmasi positif Covid-19 ini berdasarkan gejala berat atau ringan.

Tidak semua pasien pelayanannya sama,” ujar Kadir sebagaimana dikutip dari siaran pers di laman resmi Kemenkes, Sabtu (17/10/2020).

Untuk pasien positif Covid-19 yang tidak bergejala, mereka akan diimbau untuk isolasi mandiri di rumah atau di RS darurat.

Isolasi minimal dilakukan selama 10 hari sejak ditegakkan diagnosis.

Setelah isolasi 10 hari, pasien dinyatakan selesai isolasi.

"Lain halnya dengan pasien positif Covid-19 dengan gejala sakit ringan-sedang. Pasien diimbau untuk isolasi

mandiri di rumah, RS darurat, RS, maupun RS rujukan Covid-19," ukar Kadir.

"Isolasi minimal 10 hari sejak munculnya gejala ditambah 3 hari bebas demam dan gejala pernapasan.

Setelah itu pasien dinyatakan selesai isolasi," kata dia. 

Sementara itu, pasien positif Covid-19 dengan gejala sakit berat akan diisolasi di rumah sakit atau rumah sakit rujukan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved