Workshop di Smansa Tanjungpandan, Siswa Belajar Menulis Puisi dan Artikel

SMA Negeri 1 Tanjungpandan, Kabupaten Belitung menggelar Workshop Menulis Puisi dan Artikel 2020 di gedung serbaguna sekolah, Jumat (23/10/2020).

ist
PEMATERI workshop bersama guru-guru dan peserta kompak salam literasi di ruang Serbaguna SMAN 1 Tanjungpandan, Jumat (23/10/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - SMA Negeri 1 Tanjungpandan, Kabupaten Belitung menggelar Workshop Menulis Puisi dan Artikel 2020 di gedung serbaguna sekolah, Jumat (23/10/2020).

Acara ini merupakan implementasi program Bantuan Pemerintah (Banper) Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui kegiatan ekstrakurikuler/pengembangan peserta didik.

Kepala SMAN 1 Tanjungpandan Jantimala dalam sambutannya mengatakan, pemerintah memberi kesempatan luas bagi sekolah-sekolah dalam mengembangkan kegiatan akademik dan non akademik.

Setiap siwa tentu memiliki bakat-bakat berbeda. Seperti di bidang seni, olahraga, sains, dan sebagainya.

"Keterampilan atau kemampuan siswa inilah yang dikembangkan di sekolah. Banper yang kami peroleh dimanfaatkan buat kegiatan yang memang mendukung ekstrakurikuler sebagai bagian pengembangan karakter," ujar Jantimala.

Pada kesempatan ini ada dua narasumber yang dihadirkan. Mereka adalah Basri yang juga guru Smansa menyampaikan materi tentang menulis puisi dan News Manager Pos Belitung Jariyanto (Jarry) mengenai artikel dan reportase.

Jarry dalam pemaparannya di depan puluhan peserta termasuk perwakilan undangan dari empat sekolah di Tanjungpandan menitikberatkan pada penulisan reportase atau berita.

Menurutnya proses diawali menemukan gagasan/ide/topik. Selanjutnya menggali informasi berdasarkan fakta- fakta yang diperoleh termasuk hasil tangkapan pancaindra.

Langkah berikutnya menuangkan dalam bentuk tulisan. Pada tahap ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

"Pertama-tama tentukan angle atau sudut pandang, yakni hal apa yang paling menarik menurut penulis. Kemudian memberi judul, menetapkan teras atau lead lalu menulis tubuh berita secara utuh," ujar Jarry.

Saat sesi tanya jawab, peserta bernama Gita Febiola meminta tips agar tidak bingung mengawali menulis berita. Terlebih lagi ketika banyak informasi yang telah dikumpulkan.

Menurut Jarry, acuan dalam mengatasi kesulitan tersebut yakni pada pemilihan angle serta memahami topik yang akan diulas. Setelah itu menentukan lead yang umumnya dipakai yakni unsur dari 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how).

"Tinggal pilih satu di antaranya, terserah, sesuai selera. Proses selanjutnya tinggal menulis tubuh berita yang runut bahasan atau pertauatan antarparagraf, jangan lompat-lompat," ucapnya. (Pos belitung/jariyanto)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved