Breaking News:

Begini Sejarah Mengapa Warung Nasi Kapau Dijalankan oleh Perempuan Minang

Namun ada yang berbeda dari kebiasaan merantau orang Minang pada masa lalu dan masa kolonialisme.

tribunPadang.com/RimaKurniati
Nasi Kapau Uni I di Los Lambuang Pasar Atas Bukittinggi 

POSBELITUNG.CO - Masyarakat Minangkabau salah satunya terkenal dengan kebiasaan merantau.

Lelaki yang sudah cukup umur biasanya akan merantau ke luar daerah untuk menuntut ilmu dan bekerja.

Ternyata kebiasaan ini bisa dirunut jauh hingga ke zaman kerajaan Nusantara.

Hal itu salah satunya ditunjukkan dengan adanya empat jalur sungai yang menjadi jalur transportasi leluhur orang Minang.

Sejarawan Fadly Rahman mengatakan bahwa dengan adanya empat jalur sungai ini, menunjukkan leluhur Minang memang melakukan tradisi merantau dalam rangka melakukan perdagangan.

Keempat jalur tersebut adalah jalur Sungai Rokan, Kampar, Indragiri, dan Batanghari.

Hal itu ia sampaikan kala menjadi narasumber dalam sesi webinar “Selintas Perjalanan Rantau: Lapau Nagari Kapau” yang diselenggarakan Aksara Pangan, Kamis (22/10/2020).

“Jadi kalau kemudian kita menemukan kesamaan budaya atau kuliner di beberapa perlintasan seperti di Jambi, Riau, ini memang dihasilkan juga dari perjalanan panjang dengan menggunakan perahu dagang,” tutur Fadly.

Merantau setelah masa kolonialisme

Kebiasaan merantau tersebut terus berlanjut hingga masa kolonialisme Belanda.

Halaman
1234
Editor: Novita
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved