Permen Jadi Hadiah yang Diberikan kepada Anak-anak saat Perayaan Halloween, Ini Alasannya

Orang Amerika membeli sekitar 600 juta pon permen untuk perayaan Halloween setiap tahunnya.

Editor: Novita
Pixabay
Ilustrasi beragam permen 

POSBELITUNG.CO - Orang Amerika membeli sekitar 600 juta pon permen untuk perayaan Halloween setiap tahunnya.

Permen menjadi tradisi Halloween yang cukup kental, saat anak-anak menggunakan kostum seram dan lucu berkeliling rumah dan berteriak, "Trick-or-treat!".

Melansir The Kitchn, banyak hari liburan di Amerika seperti Natal, Paskah identik dengan pembagian permen dan jajanan manis lainnya.

Dari mana tradisi berburu permen saat Halloween?

Lahirnya Candy Day

Natal dan Paskah adalah hari libur utama yang perayaannya identik dengan membagi-bagikan permen serta manisan pada 1916.

Pada musim-musim tersebut industri permen panen laba penjualan permen.

Namun, para pelaku bisnis permen mencari cara agar bisa meningkatkan penjualan permen di musim gugur.

Akhirnya, mereka mulai mengemas ide berupa "Candy Day", sebuah hari raya yang diperingati pada Sabtu kedua bulan Oktober.

Hari raya tersebut dibuat sebaga simbol untuk merayakan persahabatan dengan cara memberikan permen kepada teman dan sahabat sekitar.

Pelaku bisnis permen saar itu mengadakan kampanye untuk melariskan produk permen miliknya.

Candy Day berganti nama menjadi Sweetest Day untuk menghubungkan gagasan permen dan perayaan persahabatan pada 1950-an.

Sangkut paut dengan trick-or-treat

Industri permen memutar otak untuk meningkatkan penjualan permen di musim gugur dengan mengadakan Sweetest Day  dan Candy Day.

Para ibu rumah tangga sedang mencari alternatif dalam membagikan jajanan untuk perayaan Halloween.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved