Deretan Pilihan Makanan Pembakar Lemak yang Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan

Penggunaan suplemen maupun obat-obatan akan lebih terjamin jika berada di bawah pengawasan dokter.

Editor: Novita
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Ilustrasi telur ayam 

Untuk mendapatkan manfaat pembakaran lemak dari kafein tanpa potensi efek samping, seperti kecemasan atau insomnia, targetkan untuk konsumsi 100–400 mg per hari.

Ini adalah jumlah yang ditemukan dalam sekitar 1–4 cangkir kopi, tergantung kekuatannya.

4. Telur

Meskipun kuning telur dulunya dihindari karena kandungan kolesterolnya yang tinggi, telur utuh sebenarnya telah terbukti membantu melindungi kesehatan jantung pada mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit.

Selain itu, telur adalah makanan penurun berat badan yang baik.

Penelitian yang ditayangkan dalam NIH, menunjukkan bahwa sarapan berbahan dasar telur dapat mengurangi rasa lapar dan meningkatkan perasaan kenyang selama beberapa jam pada individu yang kelebihan berat badan dan obesitas.

Dalam studi delapan minggu terkontrol pada 21 pria, mereka yang makan tiga telur untuk sarapan mengkonsumsi 400 kalori lebih sedikit per hari dan memiliki pengurangan lemak tubuh 16 persen lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang makan sarapan roti bagel.

Telur juga merupakan sumber protein berkualitas tinggi, yang meningkatkan laju metabolisme sekitar 20-35 persen selama beberapa jam setelah makan, berdasarkan beberapa penelitian.

Faktanya, salah satu alasan telur begitu mengenyangkan mungkin karena peningkatan pembakaran kalori yang terjadi selama pencernaan protein. Ini artinya, makan tiga telur beberapa kali seminggu dapat membantu Anda membakar lemak sekaligus membuat Anda kenyang.

5. Minyak Kelapa

Minyak kelapa sarat dengan manfaat kesehatan.

Menambahkan minyak kelapa ke dalam menu makanan tampaknya dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan trigliserida, selain bisa membantu Anda menurunkan berat badan.

Dalam sebuah penelitian, pria gemuk yang menambahkan 2 sendok makan minyak kelapa per hari ke makanan, mereka bisa kehilangan rata-rata 2,5 cm dari pinggang mereka tanpa melakukan perubahan diet lain atau meningkatkan aktivitas fisik mereka.

Lemak dalam minyak kelapa sebagian besar adalah MCT, yang telah dikreditkan dengan sifat penekan nafsu makan dan pembakaran lemak.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa efek peningkatan metabolisme dapat menurun seiring waktu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved