Breaking News:

Pilkada Belitung Timur

77,36 Persen Tingkat Partisipasi Pemilih dalam Pilkada Belitung Timur 2020, KPU: Itu Sudah Baik

Di Belitung Timur, pemilihan umum berlangsung lancar, aman, dan tak ada gejolak berarti

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Khamelia
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Ketua KPU Belitung Timur, Rizal saat diwawancarai awak media di Audotarium Zahari MZ. Kamis (24/9/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Pilkada Belitung Timur 2020 sudah usai. Saat ini hanya menunggu register dari Mahkamah Konstitusi untuk mengesahkan hasilnya. Penyelenggaraan pemilihan umum di masa pandemi awalnya menuai banyak penolakan dari masyarakat luas. Namun, karena pemerintah dan penyelenggara menjamin akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, maka Pilkada Serentak tetap dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

Di Belitung Timur, pemilihan umum berlangsung lancar, aman, dan tak ada gejolak berarti. Penerapan protokol kesehatan di setiap TPS juga dinilai sudah baik oleh gubernur, wakil gubernur, kapolda, hingga danrem. Namun, satu indikator suatu pilkada bisa dibilang sukses ialah tingkat partisipasi pemilihnya.

Daftar Pemilih Tetap di Pilkada Beltim 2020 sejumlah 89.790 jiwa. Dari hasil rapat pleno yang dilaksanakan KPU Beltim pada Minggu (13/12/2020) kemarin diketahui bahwa tingkat partisipasi pemilih di Belitung Timur berada di angka 77,36 persen atau 69.566 pemilih. Angka tersebut meleset 0,14 persen dari target nasional.

Ketua KPU Beltim Rizal, saat ditemui posbelitung.co di ruang kerjanya, Senin (14/12/2020) menilai bahwa angka tersebut sudah baik. Ia beralasan karena saat ini masih dalam masa pandemi virus corona. Menurutnya pelaksanaan pemilihan umum di masa sekarang tantangannya lebih beragam dibandingkan pilkada lima tahun lalu.

"Pilkada 2015 partisipasi pemilih 76 persen. Pada Pileg dan Pilpres 2019 kemarin sampai ke 84 persen. Tapi pemilihan tersebut tidak apple to apple jika dibandingkan dengan pilkada 2020 karena situasi dan kondisi berbeda," kata Rizal.

Bahkan jika dilihat dari penerapan protokol kesehatan, lanjut Rizal, Pilkada Belitung Timur ia nilai sukses. Mulai dari penyediaan tempat cuci tangan, pengukuran suhu tubuh, tersedianya hand sanitizer, pemakaian sarung tangan saat pencoblosan, sampai ke penetesan tinta tanda usai mencoblos. Ia menyebutkan tingkat kesuksesan penerapan protokol kesehatan dalam Pilkada Serentak 2020 secara nasional bahkan di angka 96 persen.

Mengenai angka golongan putih sejumlah 20 ribuan pemilih, ia menganggap itu hal biasa dan harus dihargai. Ia beranggapan bahwa hal tersebut juga termasuk hak pemilih untuk tidak memilih. Ia menduga ada beberapa alasan kenapa 20 ribuan pemilih ini tidak memilih. Pertama, karena mereka memilih untuk tidak memilih dengan alasan privasi. Kedua, pemilih tidak datang ke TPS karena merasa tidak aman dan nyaman dalam melakukan pencoblosan.

"Pemilih ada dua pilihan, memilih dan tidak memilih. Hak mereka untuk tidak memilih juga harus dihormati sebagai bagian dari demokrasi," ujar Rizal.

Satu hal yang menurutnya menyumbang kesuksesan penyelenggaraan Pilkada 2020 di Beltim ialah terfasilitasinya dua pasien covid-19 untuk menggunakan hak pilihnya. Ia menganggap ini merupakan kemajuan demokrasi di Beltim karena dalam keterbatasan pun masih tetap menggunakan hak pilihnya.

Dengan berbagai upaya promosi dan sosialisasi dari KPU, kemudian ajakan memilih di kampanye setiap paslon, Rizal menilai hal tersebut sudah maksimal dalam memenuhi target partisipasi pemilih. Apalagi dengan situasi kamtibmas yang kondusif, baik sebelum, pada saat, dan setelah pesta demokrasi.

"Ditambah dengan sikap yang ditunjukkan oleh masing-masing paslon saat mengetahui hasilnya seperti apa. Walaupun target nasional partisipasi pemilih meleset sedikit, saya bisa bilang Pilkada Belitung Timur 2020 sukses dengan berbagai tantangannya," tegas Rizal. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved