Gandeng Korea Utara, China Kibar Bendera Perang Dagang ke Australia, Tolak Batubara Negeri Kanguru

China memilih untuk membeli batubara dari Korea Utara dan menolak seluruh batubara dari Australia sebagai bentuk sanksi dan perang dagang

Editor: Hendra
tribunnews.com
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden China Xi Jinping sepakat bekerjasama 

Korea Utara sampai saat ini menghadapi sanksi internasional atas majunya program nuklir yang mereka lakukan.

Kecaman internasional juga didapatkan China karena dianggap membantu Pyongyang menghindari sanksi, seperti laporan dari The Chosun Ilbo Rabu 9/12/2020.

Tidak tanggung-tanggung, dilaporkan jika total batubara yang dijual Korea Utara ke China mencapai antara 300 juta dollar AS (4,2 triliun Rupiah) sampai 410 juta dollar AS (Rp 5,7 triliun) di tahun ini saja.

Dari itu, diperkirakan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) jika Korea Utara mengekspor batubara sekitar 4,1 juta ton ke China sejak Januari sampai September lalu.

Hal ini sejalan dengan kronologi perang dagang China dengan Australia, dengan China sudah menolak masuknya batubara Australia sejak Februari 2019 lalu.

Secara keseluruhan sampai akhir 2019 ekspor batubara Australia yang ditolak China mencapai 12 juta ton.

Sementara itu, jumlah yang diperkirakan oleh AS tersebut sekitar 20 persen dari total batubara yang dijual Korea Utara ke China pada 2017 lalu, sebelum ekspor batubara Korea Utara dilarang Dewan Keamanan PBB.

Jika dihitung-hitung menggunakan harga batubara internasional sekitar 80 dollar AS (Rp 1,1 juta) hingga 100 dollar AS (Rp 1,4 juta) per ton, maka cuan yang didapatkan Korea Utara sebesar 300 juta dollar AS (Rp 4,2 triliun) sampai 410 juta dollar AS (Rp 5,7 triliun) dari penjualan batubara itu.

"Faktanya adalah China mempermudah mereka Korea Utara dalam mendapatkan aliran pendapatan," ujar salah satu pejabat Kementerian Dalam Negeri AS.

Namun sebenarnya sudah bukan berita baru mengenai ekspor batubara dari Korea Utara ke China.

Sudah lama negara tersebut mengekspor diam-diam batubara ke China lewat kapal asing yang memasuki pelabuhan Korea Utara.

Dikabarkan Sistem Identifikasi Otomatis telah dimatikan oleh kapal-kapal itu sebelum memasuki pelabuhan Korea Utara.

Kemudian ironisnya, kapal itu semakin berani memasuki pelabuhan Korea Utara di tengah pandemi virus Corona ini.

Bahkan pelabuhan China juga menjadi tembat berlabuh kapal-kapal Korea Utara, sampai berani mengibarkan bendera Korea Utara.

Ini menjadi bukti bahwa perdagangan ilegal antara China dan Korea Utara sudah lama merajalela.

Sumber: Intisari
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved