Mengenal 6 Jenis Vaksin Covid-19, Berikut Cara Kerja dan Manfaat serta Fungsinya
Pemerintah telah menentukan penggunaan enam jenis vaksin Covid-9, yang sudah ditetapkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020.
POSBELITUNG.CO - Pemerintah telah menentukan penggunaan enam jenis vaksin Covid-19, seperti yang sudah ditetapkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020.
Enam jenis vaksin untuk vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang sudah ditetapkan tersebut antara lain diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), Astra Zeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc & BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, vaksin Covid-19 dikembangkan dengan berbagai cara.
Ada vaksin yang dibuat dari virus yang dilemahkan dan ada juga vaksin yang berbasis DNA atau mRNA.
Khusus untuk vaksin berbasis mRNA atau Messenger RNA, vaksin ini dibuat dengan memanfaatkan materi genetik yang membawa instruksi bagi sel untuk memproduksi protein melalui tahap transisi.
Vaksin Covid-19 dari Pfizer dan BioNTech merupakan contoh vaksin yang berbasis mRNA. Vaksin ini memiliki tingkat efikasi mencapai 95% berdasarkan hasil uji klinis fase-3.
Vaksin Covid-19 berbasis mRNA juga dibuat oleh Moderna dengan tingkat efikasi sebesar 94,1%.
“Cara kerja vaksin pada dasarnya sama hanya materi yang digunakan saja berbeda,” imbuh Nadia, Minggu (27/12/2020).
Dia menyebut, sesuai dengan hasil uji klinis tahap tiga dan hasil publikasi ilmiah, maka ditentukan siapa-siapa saja orang yang dapat menerima vaksin Covid-19.
Untuk saat ini, penerima vaksin adalah penduduk yang berusia 18 tahun - 59 tahun serta penduduk yang sedang tidak hamil dan menyusui.
Penduduk dengan penyakit penyerta tertentu juga bisa memperoleh vaksin namun harus terkontrol dengan baik.
“Sampai saat ini apakah penyintas Covid-19 akan mendapat vaksin atau tidak masih dikaji sesuai dengan data hasil uji klinis tahap tiga,” ungkap Nadia.
Menurutnya, vaksin Covid-19 memiliki tiga manfaat. Di antaranya adalah memberikan kekebalan kepada masing-masing individu yang divaksinasi langsung.
Memberikan kekebalan kepada kelompok apabila banyak orang yang divaksinasi, serta memberi perlindungan kepada orang yang belum mendapat vaksin atau belum menjadi kelompok sasaran vaksinasi.
Lebih lanjut, kemunculan varian baru virus Covid-19 yang berasal dari Inggris patut dicermati secara seksama.
Nadia mengaku, sampai saat ini belum ada kajian ilmiah yang cukup terkait dampak mutasi atau varian baru virus Covid-19.
Alhasil, belum bisa disimpulkan bahwa vaksin yang sedang dikembangkan bakal efektif terhadap varian virus Covid-19 atau justru tidak.
“Belum cukup kajian ilmiahnya untuk menyatakan vaksin ini efektif atau tidak efektif,” tandas dia.(*)
Vaksin Bukan Obat
Ahli Kesehatan Hasbullah Thabrany menjelaskan, vaksin Covid-19 bukan merupakan sejenis obat yang memiliki formula.
Vaksin adalah bagian dari virus yang sudah dilemahkan atau tak mampu menyebarkan penyakit yang kemudian disuntikan ke tubuh.
“Vaksin Covid-19 ini manfaatnya adalah sebagai pelatih untuk tubuh kita agar bisa mengenali virus yang membahayakan tersebut,” jelas Hasbullah saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (27/12/2020).
Sehingga vaksin Covid-19 bekerja untuk dapat mematikan virus yang masuk ke dalam tubuh. Namun Hasbullah juga mengatakan, vaksin Covid-19 justru tidak mencegah virus yang masuk ke tubuh.
“Kalau virus itu sudah masuk ke tubuh baru vaksin ini bisa membunuh. Sehingga bukan untuk mencegah virus itu masuk. Artinya meski sudah ada vaksin 3M (Mencuci tangan, Memakai masker, dan menjaga jarak) masih harus dilakukan,” katanya.
Hasbullah juga mengatakan tingkat efektivitas vaksin Covid-19 sekitar 90%. Dengan demikian masih ada kemungkinan 10% tubuh yang sudah di vaksin masih akan bisa terpapar virus Covid-19. Itu sebabnya, proteksi ganda diperlukan dengan masih menerapkan protokol kesehatan 3M.
Untuk itu, ia menganjurkan bahwa pemerintah jangan terlalu bergantung pada vaksin Sinovac yang hingga saat ini belum teruji seberapa besar efektivitasnya.
Menurutnya, pemerintah Indonesia bisa membeli vaksin seperti yang dikembangkan oleh perusahaan Amerika Serikat yakni vaksin Moderna yang diklaim hampir 95% efektif melindungi dari Covid-19.
“Saya pribadi berharap pemerintah bisa mengambil kebijakan untuk memberikan peluang vaksin tersebut untuk bisa dijual di Indonesia. Karena vaksim sinovac sampai saat ini belum juga ada laporannya padahal sudah sangat ditunggu-tunggu,” tutupnya.
Artikel sudah tayang di kontan.co.id : Mengenal jenis dan manfaat vaksin Covid-19 dan Ini manfaat dan fungsi vaksin Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/seorang-petugas-mengambil-cairan.jpg)