Kisah Pilu Seorang Kakek Penjual Sapu Lidi Jadi Korban Copet, Setiap Hari Tidur di Pasar

Sosok kakek penjual sapu lidi yang menjadi korban aksi pencopetan akhirnya terungkap.

Editor: Rusmiadi
https://www.facebook.com/arif.cahyana1/
Seorang kakek penjual sapu lidi menjadi korban pencopetan. Padahal demi mendapat uang, ia tidur di gudang pasar. 

POSBELITUNG.CO - Sosok kakek penjual sapu lidi yang menjadi korban aksi pencopetan akhirnya terungkap.

Ia bernama Sarman berumur 87 tahun yang berasal dari Kampung Nangka Peucang, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Sarman sebelumnya menjadi bahan perbincangan saat videonya diunggah warganet bernama Arif Cahyana viral.

 Arif mengatakan, selama berjualan Sarman tidur di gudang Pasar Badak Pandeglang.

"Di pasar beliau tinggal sendiri, pulang ke rumahnya di kampung sekitar 1 bulan sekali. Di rumah ada anak dan cucunya, walaupun rumahnya berbeda tapi berdampingan," katanya kepada Tribunnews, Minggu (3/1/2021).

Arif menyebut jarak antara kampung dengan Pasar Badak sekitar 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

Sedangkan waktu Sarman pulang, dirinya menggunakan angkutan umum.

Arif kemudian menceritakan kondisi tempat tidur Kakek Sarman di Pasar Badak.

"Di pasar beliau tinggal di gudang milik pengelola pasar dengan ukuran gudang kurang lebih 3x3 meter."

"Beliau tidur beralas kasur tipis dengan pencahayaan lampu pelita yang terbuat dari kaleng bekas rokok berbahan bakar minyak tanah," katanya.

Pertemuan Arif dengan Kakek Sarman

Arif mengaku bertemu dengan Sarman pada 30 Desember 2020 lalu.

"Lokasinya berada di sekitaran Kodim Pandeglang di Jalan Pendidikan, Kabupaten Pandeglang, Banten," kata dia.

 Waktu itu, Arif secara tidak sengaja melihat seorang kakek berjalan terbungkuk-bungkuk.

Pertemuan Arif dengan kakek yang ia panggil dengan sapaan Abah itu bukanlah yang pertama kali.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved