Berita Belitung

Sudah Tiga Hari Firmansyah Tidur di Atas Genangan Banjir

Sebuah sofa berukuran sekitar satu meter, dengan lebar sekitar 70 sentimeter, Jumat (15/1) menjadi landasan tubuh pemuda bernama Firmansyah (28)

Tayang:
Penulis: Disa Aryandi |
Pos Belitung/Disa Aryandi
Firman, Jumat (15/1) ketika beristirahat di atas sofa yang sudah terendam banjir. Rumah Firman berada di RT 41 Desa Aik Rayak, Perumahan Billiton Regency. 

POSBELITUNG.CO -- Sebuah sofa berukuran sekitar satu meter, dengan lebar sekitar 70 sentimeter, Jumat (15/1) menjadi landasan tubuh pemuda bernama Firmansyah (28) sebagai tempat istirahat malam selama tiga hari belakang.

Sofa itu ditambah ketinggian menggunakan batako, agar tidak terendam banjir. Benda ini diletakkan pada teras rumah, sembari warga Perumahan Billiton Regency RT 41 Desa Aik Rayak, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung ini menjaga sebagian barang-barang agar tidak hanyut.

"Ini sudah tiga malam tidur di kursi sofa itu, tambah nanti malam (tadi malam) jadi tiga malam. Kalau keluarga saya numpang tidur di rumah tetangga, saya sendiri di sini, om saya kemarin malam tidur di sini juga ganti - gantian," kata Firman-biasa disapa kepada Pos Belitung, Jumat (15/1).

Rumah Firman menjadi satu di antara rumah warga terendam banjir. Air melanda rumah ini mencapai ketinggian pinggang orang dewasa, pada bagian dalam rumah. Pada sisi lain mencapai leher orang dewasa.

Pemukiman ini, dan beberapa pemukiman lain sudah mengalami kebanjiran sejak, rabu (13/1) siang. Air sedikit demi sedikit masuk ke rumah warga hingga banjir semakin meluas.

"Ini sudah tiga hari tidak mandi, ya mau bagaimana lagi, kondisi nya seperti ini. Kalau bantuan ada dari teman-teman, dari perangkat RT juga ada," ucapnya.

Sebagian barang berharga seperti dokumen pribadi, barang elektronik sudah dievakuasi olehnya, dibantu petugas Damkar BPBD Kabupaten Belitung, serta sahabat - sahabat nya.

"Ini sih tinggal menunggu kapan surutnya saja, kalau barang - barang sudah aman, paling yang di dalam rumah hanya perabotan saja. Kasur dan lainnya sudah kami letakan di tempat yang tinggi, kalau semakin tinggi nanti baru dikeluarkan semua," ujarnya.

Selain Firman, korban banjir di RT 16 Desa Aik Rayak sudah mengungsi selama tiga hari. Seperti Indrawan, mengungsi ke rumah anaknya, terhitung sudah tiga malam. Air sudah memasuki rumah mantan Ketua RT ini, rabu (13/1) sekitar pukul 11.00 WIB.

Air merendam pemukiman rumah ini, capai ketinggian 1,5 meter. Ada sekitar 19 rumah terendam banjir pada RT 16 ini, dan air semakin meluas hingga menggenangi Jalan raya.

"Dari awal lah saya sudah numpang tidur istilahnya ke rumah anak. Barang - barang elektronik juga sudah saya bawak ke rumah anak. Paling di dalam rumah masih ada kursi, perabotan dan kasur saja. Tapi sudah di lokasi yang paling tinggi," kata Indrawan kepada Pos Belitung.

Rumah Indrawan sudah terdampak banjir sejak rabu lalu. Air masuk ke rumah tersebut semakin meluas. Terakhir banjir melanda pemukiman ini tahun 2019 lalu. Namun tidak separah sekarang ini.

Ia berharap, ada kepedulian dari Pemerintah Daerah atas peristiwa tersebut, baik solusi jangka pendek maupun jangka panjang.

"Paling tidak tau keadaan warganya seperti apa. Kalau 2019 dulu tidak separah ini, ya tapi mau bagaimana lagi, karena sudah menjadi rutinitas juga," bebernya.

Banjir melanda Belitung, sebagian besar terjadi di Desa Aik Rayak, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Ada ratusan rumah terdampak banjir secara keseluruhan di Desa tersebut. Itu mulai dari RT 16 hingga RT 43. 

Tercatat secara keseluruhan, sementara ini pukul 14.30 WIB, ada sekitar 110 rumah warga terendam banjir.

"Itu terjadi di RT 16, 18, RT 24, RT 29, RT 40, 41, 42 dan 43," kata Kepala Desa Aik Rayak Rustam Ludin.

Sebagai warga terdampak banjir pada Desa ini sudah mengungsi di rumah keluarga maupun saudara mereka. Namun sebagian lagi ada yang bertahan, lantaran pada bagian rumah tersebut hanya sebagian terendam air.

Banjir tersebut pula hanya melanda Kecamatan Tanjungpandan saja. Banjir sudah menyebar hingga di Desa Cerucok, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.

Air mulai memasuki rumah warga sekitar pukul 22.00 WIB tadi malam. Namun kondisi tersebut tidak separah hari ini. Ketinggian air mencapai 1,5 meter. Saat itu kondisi air laut pasang tinggi.

Khusus di Desa Cerucuk, ada 15 unit rumah terendam banjir pada RT 03. Warga yang terdampak banjir, sudah mengevakuasi barang - barang berharga milik mereka sejak tadi malam.

"Semalam juga sebagian sudah ngungsi kerumah tetangga. Tapi paling parah jam 10 tadi pagi, kalau semalam belum begitu parah," kata Kepala Desa Cerucuk Syamsul Bursoni.

Banjir yang melanda pemukiman tersebut, terhitung baru dua hari belakang. Namun paling terparah pada hari ini. Sekitar pukul 10.00 WIB tadi pagi, banjir baru menggenangi 11 unit rumah warga.

"Sore ini (pukul 15.30 WIB) sudah nambah lagi empat rumah, jadi sudah 15 rumah yang terendam banjir," bebernya.

Bantuan terhadap warga terdampak banjir ini, sebagian sudah datang dari PMI. 

"Hari ini paling parah, dan bantuan dari PMI sudah datang. Ya mudah-mudahan cepat berlalu, karena ini kalau dilihat air semakin parah," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Berikut data Pemerintah Desa Aik Rayak terhadap rumah dilanda banjir :
- RT 16 : 19 rumah
- RT 18 : 11 rumah
- RT 24 : 14 rumah
- RT 29 : 20 rumah
- RT 40 : 5 rumah
- RT 41, 42, 43 : 41 rumah

Desa Cerucuk :
- RT 03 : 15 Rumah

Desa Merbau :
- RT 12 : 7 Rumah 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved