Berita Belitung Timur

Duo Kembar SMAN 1 Manggar Juara PRISMA 2026, Angkat Isu Pertanian dan Ketahanan Pangan Belitung

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMAN 1 Manggar. Dua siswa kembar, Karumah Wali Daeni dan Karunia Wali Daeni...

Tayang:
Istimewa/ dok SMAN 1 Manggar
PRESTASI RISET - Karumah Wali Daeni dan Karunia Wali Daeni, siswi kembar asal SMAN 1 Manggar foto bersama usai berhasil meraih Juara 1 dalam ajang PRISMA 2026 di Gedung Serbaguna SMAN 2 Tanjungpandan, Sabtu 9 Mei lalu. Keduanya sukses mengungguli peserta lain melalui proposal riset inovatif yang fokus pada solusi ketahanan pangan dan tantangan sektor pertanian di Pulau Belitong. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Prestasi membanggakan kembali diraih siswa SMAN 1 Manggar dalam ajang kompetisi ilmiah tingkat regional. Dua siswa kembar, Karumah Wali Daeni (16) dan Karunia Wali Daeni (16), berhasil meraih juara pertama pada ajang PRISMA 2026 yang digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika se-Pulau Belitong.

Babak final kompetisi riset ilmiah tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna SMAN 2 Tanjungpandan pada Sabtu, 9 Mei 2026. Ajang PRISMA 2026 diikuti puluhan peserta terbaik dari berbagai SMA di Pulau Belitong yang sebelumnya telah melewati seleksi administratif secara ketat.

Dari puluhan pendaftar, hanya 10 tim terbaik yang dinyatakan lolos dan berhak mempresentasikan proposal mereka di hadapan dewan juri pada babak puncak. Karumah dan Karunia menjadi satu di antara tim yang mencuri perhatian sejak awal presentasi.

Dalam babak final tersebut, keduanya tampil memukau dimana mereka memaparkan proposal riset yang mengangkat persoalan krusial di daerah, yakni tantangan sektor pertanian dan ancaman kekurangan pangan di Pulau Belitong.

Kejelian dan keberanian mereka dalam menawarkan solusi inovatif berbasis riset menjadi nilai tambah. Gagasan mereka dinilai sangat aplikatif untuk menjawab tantangan masa depan daerah.

Adapun kualitas riset mereka diuji langsung oleh tiga juri profesional. Satu di antara juri tersebut adalah seorang profesor fisika dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Berkat kedalaman analisis, penguasaan materi yang matang, serta kemampuan presentasi yang meyakinkan, duo kembar kebanggaan Manggar ini akhirnya dinobatkan sebagai yang terbaik.

Karumah mengaku tidak menyangka proposal yang mereka susun mampu mengungguli peserta hebat lainnya dari seluruh Belitong.

“Awalnya kami hanya ingin mengangkat masalah yang benar-benar dekat dengan kehidupan masyarakat Belitung. Kami melihat isu pertanian dan pangan ini sangat penting untuk dipikirkan sejak sekarang," ujar Karumah.

Seakan senada, Karunia menjelaskan bahwa kemenangan ini bukanlah akhir dari perjalanan mereka. Sebaliknya, ini menjadi motivasi besar untuk semakin mendalami dunia penelitian ilmiah.

“Kami belajar banyak selama proses ini, mulai dari menyusun proposal, mencari data, sampai mempresentasikan ide di depan juri. Semoga ini bisa menjadi langkah awal untuk terus berkembang dan membawa nama baik sekolah,” ucap Karunia.

Keberhasilan duo kembar ini tentunya tak lepas dari bimbingan sang guru pembina, Samlawi. Samlawi mendampingi proses riset ini mulai dari tahap pencarian ide awal hingga persiapan presentasi untuk babak final.

Samlawi mengatakan kemenangan anak didiknya lahir dari kesungguhan dan kepedulian mereka terhadap persoalan nyata di lingkungan sekitar, bukan sekadar untuk kepentingan lomba.

“Saya bangga karena mereka mau bekerja keras dan terus belajar. Mereka bukan hanya membuat proposal untuk lomba, tetapi benar-benar mencoba memahami masalah yang terjadi di masyarakat,” ungkap Samlawi.

Sementara itu, pendamping tim Olimpiade Siswa Indonesia (OPSI) SMAN 1 Manggar, Hariyanto merasa capaian ini menjadi bukti bahwa budaya riset di sekolah mereka tumbuh positif di kalangan siswa.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved