Siswi SMP dan SMA Terjerat Prostitusi di Rumah Kos, Ditawarkan di WhatsApp dan Facebook
Warga digegerkan dengan kejadian penggerebekkan prostitusi terselubung di sebuah rumah kos, di Jalan Raya Lingkungan Kuwung RT02/RW03, Kelurahan Meri,
POSBELITUNG.CO - Sejumlah siswi SMP dan SMA terjerat prostitusi terselubung di rumah kos.
Mereka ditawarkan muncikari melalui aplikasi dan media sosial WhatsApp dan Facebook.
Siswi yang terlibat prostitusi terselubung ini masih berusia belia.
Awalnya prostitusi ini tidak diketahui aparat kepolisian. Tapi lama kelamaan akhirnya terbongkar juga.
Warga digegerkan dengan kejadian penggerebekkan prostitusi terselubung di sebuah rumah kos, di Jalan Raya Lingkungan Kuwung RT02/RW03, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
Prostitusi terselubung tersebut memperdagangkan anak di bawah umur yang mayoritas adalah siswi SMP dan SMA yang berusia sekitar 14, hingga 16 tahun.
Mereka ditawarkan oleh pelaku OS (42), pemilik rumah kos ke sejumlah pria hidung belang melalui media sosial WhatsApp dan Facebook.
Rumah kos bercat hijau dan berpagar hitam kini dalam kondisi kosong. Terlihat garis Police Line terpasang di pintu pagar usai digerebek oleh anggota Unit IV Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim.
Banyak warga yang tidak tahu kalau rumah kos itu ternyata disalahgunakan untuk tempat maksiat praktik prostitusi online.
Warga mengecam perbuatan pelaku yang sudah meresahkan masyarakat dan mencoreng nama baik kampungnya tersebut.
"Saya tidak tahu kalau rumah kos ternyata dipakai menjadi tempat seperti itu dan kalau saya tahu pasti marah karena sudah keterlaluan dan ngawur," ungkap Antok (41) warga setempat, Senin (1/2/2021).
Antok yang tinggal persis di depan rumah pelaku, sehingga dia tahu persis banyak aktivitas pria dan wanita yang keluar masuk rumah kos itu.
Namun, warga tidak curiga tidak ada yang aneh dari aktivitas itu karena mereka mengira tamu penghuni kos.
Apalagi, keberadaan rumah kos sudah cukup lama di lingkungan Kuwung. Sedangkan, nama pemilik rumah kos bernama Olan Sumaryono (41), kelahiran Mojokerto Tahun 1981.
"Kami mengamati ada aktivitas pria dan wanita keluar masuk di situ, ya kami sebagai tetangga cuek karena itu rumah kos, mau tanya nggak enak sama pemiliknya," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/rumah-kos-yang-dijadikan-ajang-prostitusi-terselubung-yang-melibatkan-siswi-smp-dan-sma-2.jpg)