Berita Kriminalitas

Densus 88 Tangkap Seorang Pria di Jembatan Emas, Dibawa dengan Helikopter, Ini Kondisi Rumahnya

Pria yang sehari-harinya tinggal di Dusun Temberan, Desa Air Anyir.  Pria tersebut berinisial RG itu yang diringkus Densus 88 di kawasan Jembatan Emas

Editor: nurhayati
Tribunjabar/isep heri
Ilustrasi Penggeledahan rumah warga yang dilakukan Densus 88 Polri 

POSBELITUNG.CO -- Warga di Dusun Temberan, Desa Airanyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikejutkan dengan penangkapan seorang pria yang  ditangkap tim Densus 88 Mabes Polri, Jumat (7/2/2021) sore.

Pria yang sehari-harinya tinggal di Dusun Temberan, Desa Air Anyir.  Pria tersebut berinisial RG itu yang diringkus Densus 88 di kawasan Jembatan Emas, Desa Air Anyir.

RG menurut informasi dibawa ke Polres Bangka.

Kemudian RG dibawa menggunakan helikopter. Belum diketahui jelas dibawa kemana RG setelah dari Polres Bangka.

H Yahya, warga sekitar mengenal RG sebagai warga dari Palembang.

"Saya saja baru tahu kemarin kalau namanya itu Rian. Dia memang bukan asli warga sini asalnya dari Palembang tapi sudah lama tinggal di Lontong Pancur Pangkalbalam, Pangkalpinang. Dia menikah dengan warga Desa Baturusa Merawang lalu pindah ke sini sekitar satu tahun lebih," ungkap H Yahya yang ditemui usai Salat Magrib di Masjid Baitul Islam Dusun Temberan, Sabtu (8/2/2021) malam.

Diungkapkan H Yahya, Rian dan istrinya memiliki dua orang anak laki-laki. 

"Saya dengar tanah itu sudah dibagi-bagikan mertuanya dengan adik-adik iparnya yang lainnya. Jadi kebun di kiri kanan, depan dan belakang rumah itu punya saudara iparnya, tanah mereka sekitaran rumah yang baru dibangunnya itu," ujar H Yahya yang hampir setiap hari melewati jalan depan rumah Rian untuk ke kebunnya.

Diungkapkannya Rian jarang bergaul dan mengobrol dengan warga lainnya.

"Saya saja baru tahu kemarin kalau namanya Rian padahal sudah satu tahun lebih tinggal di sini," kata H Yahya.

Pasca penangkapan tersebut, belasan mobil berisi petugas berseragam Brimob mendatangi rumah RG.

Berdasarkan pantauan Bangkapos.com di lapangan letak rumah RG memang menyendiri, berada di dalam gang.

Sekitar 200 meter lebih dari jalan aspal dusun.

Kondisi rumah tertutup rapat pintu dan jendelanya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved