Breaking News:

Berita Belitung Timut

Bawaslu Belitung Timur Luncurkan Program Mencering

Pasca pemilihan Bupati dan wakil Bupati Belitung Timur 2020, Bawaslu Belitung Timur meluncurkan program mencering

Ist/Bawaslu Beltim
Ketua Bawaslu Belitung Timur, Wahyu Epan Yudhistira (baju hitam) bersama Anggota Bawaslu Beltim Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Ihsan Jaya saat berada di Kantor Bawaslu Beltim. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG  -- Pasca pemilihan Bupati dan wakil Bupati Belitung Timur 2020, Bawaslu Belitung Timur meluncurkan program mencering agar output dari kegiatan itu  masyarakat tahu akan arti penting pengawasan pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Belitung Timur, Wahyu Epan Yudhistira menyampaikan beberapa waktu lalu bertepatan tengan momentum peringatan dan perayaan Hari Jadi Kabupaten Belitung Timur Ke-18 Tahun 2021, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Belitung Timur melaunching Program Mencering Pengawasan Pemilu.

"Program Mencering Pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan satu diantara program kerja Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Belitung Timur Tahun 2021," jelas Epan kepada Posbelitung.co, Rabu (10/2/2021).

Mencering merupakan singkatan dari Muda, Energik, Cerdas, Kritis, dan Ngerti.

Kata mencering dalam bahasa Melayu Belitong kurang lebih semakna dengan melihat membuka mata lebar-lebar untuk mendapatkan pengelihatan atau padangan yang jelas.

Epan menjelaskan secara utuh Program Mencering, yaitu Muda, Energik, Cerdas, Kritis, dan Ngerti Pengawasan Pemilu.

Menurutnya Program Mencering Pengawasan Pemilu ini merupakan upaya serius dan terukur yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Belitung Timur pada Tahun 2021, untuk menimplementasikan amanah Pasal 102 Ayat 1 Huruf d, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 huruf a, bawaslu kabupaten/kota bertugas meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu di wilayah kabupaten/kota, dan Pasal 104 Huruf f yang berbunyi bawaslu kabupaten/ kota berkewajiban mengembangkan pengawasan Pemilu partisipatif Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum.

"Pada hakikatnya, pengawasan pemilu merupakan milik semua warga negara atau masyarakat yang menginginkan, apalagi membutuhkan Pemilu yang demokratis. Karena satu diantara syarat terwujudnya pemilu yang demokratis yaitu pemilih yang cerdas dan partisipatif," terang Epan.

Hal itu termasuklah dari sisi pengawasannya, yang membutuhkan peran serta dan partisipasi aktif dari pemilih itu sendiri.

Dia berpendapat kaum muda identik dengan agen perubahan, dan energinya yang besar, maka kelompok sasaran yang dianggap strategis dan tepat untuk menjadikannya investasi dan aset, guna pengawasan pemilu di masa depan khususnya di Kabupaten Belitung Timur, dimulai di Program Mencering Pengawasan Pemilu Bawaslu Kabupaten Belitung Timur ini.

Halaman
12
Penulis: Suharli
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved