Berita Belitung Timur
BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang Evaluasi Layanan Kesehatan di Kabupaten Beltim
Di tahun 2026 ini BPJS Kesehatan juga menekankan perlunya penguatan peran FKTP di Kabupaten Beltim, khususnya dari sisi promotif
Penulis: Dede Suhendar | Editor: Hendra
POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR – BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang mengevaluasi pelayanan kesehatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Belitung Timur selama tahun 2025.
Evaluasi atau rekredensialing FKTP disampaikan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim, Selasa (13/1/2026).
Hasilnya, sebagian besar pelayanan dinilai sudah sesuai standar namun perlu adanya perbaikan dan peningkatan.
Peningkatan terutama terkait jumlah tenaga medis khususnya dokter spesialis, ketersediaan obat-obatan serta sarana penunjang lainnya.
Rekredensialing FKTP dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim Dianita Fitriani, Plt Direktur RSUD Muhammad Zein dr Rima Ramba, Kepala BPJS Kabupaten Beltim Fenny Yulianti, para pimpinan Klinik Pratama/ Utama, serta Kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Beltim.
“Tetap harus ada yang ditingkatkan. Misalnya dari sisi jumlah tenaga spesialisnya, kemudian penunjangnya, ketersediaan obat dan lain-lain, itu tetap ada yang perlu dioptimalkan lagi,” kata Aswalmi melalui siaran rilis Diskominfo Beltim.
Didampingi Kepala BPJS Kabupaten Beltim, Fenny Yulianti, Aswalmi yakin dan percaya RSUD Muhammad Zein serta Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim akan berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Beltim terutama bagi pasien BPJS Kesehatan.
“Mudah-mudahan dengan manajemen yang saat ini, hal itu sudah menjadi konsen. Kalau dari data yang kami dapat, tidak ada kesalahan fatal,” harap Aswalmi.
Di tahun 2026 ini BPJS Kesehatan juga menekankan perlunya penguatan peran FKTP di Kabupaten Beltim, khususnya dari sisi promotif dan preventif.
Skrining kesehatan harus dilakukan kepada semua masyarakat sasaran, agar sejak dini masyarakat sudah tahu dengan resikonya.
“Kalau dari sejak dini diketahui resikonya, dikelola penyakitnya tidak akan jatuh pada komplikasi yang lebih parah. Itu yang ingin kita FKTP kuatkan,” ujar Aswalmi.
Rekredensialing FKTP adalah evaluasi ulang berkala oleh BPJS Kesehatan terhadap FKTP seperti puskesmas, klinik, atau praktik dokter untuk memastikan FKTP masih memenuhi standar mutu, kelayakan SDM, sarana prasarana, dan komitmen pelayanan agar bisa terus menjadi mitra dan memberikan pelayanan optimal bagi peserta JKN-KIS.
Proses ini penting untuk menjamin kualitas layanan kesehatan yang berkesinambungan.
Masukan Masyarakat Demi Peningkatan Layanan Kesehatan
Minimnya umpan balik, baik berupa masukan atau kritik dari masyarakat Beltim selaku penerima layanan kesehatan juga turut jadi penekanan Aswalmi.
Menurutnya, masukan ini penting agar FKTP dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (RSUD/ Klinik Utama), bisa terus berbenah diri meningkatkan pelayanannya.
| Mengenang Rappeh, Korban Kecelakaan di Beltim yang Dikenal Pantang Menyerah |
|
|---|
| Pemkab Beltim Gandeng BPMP Babel Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Capaian SPM |
|
|---|
| Tujuh Kepala OPD Belitung Timur Hasil Selter akan Dilantik di Pulau Buku Limau |
|
|---|
| UGG Belitong Dapat Kartu Kuning, Wisata Pelepasan Tukik Jadi Sorotan |
|
|---|
| Wabup Beltim Ajak Orang Tua Tak Ragu Imunisasi, Demam Tanda Kekebalan Terbentuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/BPJS-Kesehatan-Pangkalpinang-ke-Beltim.jpg)