Berita Belitung Timur
Study Kelayakan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Resing Sejak Tahun 2012, Target Dibangun 2022
Kepala Dinas Perhubungan Belitung Timur Adlan Taufik menyampaikan sejak tahun 2012 sudah ada rencana pembuatan pelabuhan lokal
POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Kepala Dinas Perhubungan Belitung Timur Adlan Taufik menyampaikan sejak tahun 2012 sudah ada rencana pembuatan pelabuhan lokal di dekat pelabuhan milik PT Sahabat Mewah Makmur (SMM) yakni Pelabuhan Resing.
"Pelabuhan muatan lokal Tanjung Resing Kecamatan Dendang sudah berproses. Untuk study kelayakan dimulai sejak 2012 lalu, artinya pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran dan kemampauan untuk bisa membangun Pelabuhan Dendang, kemudian pembangunan fisik kemungkinan di tahun 2022," jelas Taufik kepada Posbelitung, diselahpeninjauan lokasi yang akan di bangun pelabuhan, Jumat (12/2/2021).
Menurutnya suport PT SMM, adalah bagaimana melimpahkan jalan angkut sebagai bentuk keyakinan pemerintah bahwa jalan itu tidak akan bermasalah pada saat akan digunakan nantinya.
"Konsep dari pelabuhan lokal Dendang adalah menghubungkan Tanjung Periuk Jakarta dengan Pelabuhan Dendang. Kami memilih Dendang karena jarak angkut lebih dekat secara ekonomi menguntungkan, mudah-mudahan tahun 2022 itu bisa terbangun minimal land clearing untuk yang sudah dibebaskan 1,6 hektar milik Belitung Timur," ungkap Taufik.
Dia menjelaskan dibandingkan dengan kabupaten sebelah jaraknya sekitar 60 mill laut, bisa menghemat kurang lebih 1,2 ton solar kalau melalui Pelabuhan Tanjung Resing.
Proses peninjauan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Belitung Timur, serta perwakilan dari KKP.
Budidaya Ikan Air Tawar
Kendala minimnya tangkapan nelayan tangkap Desa Balok pada bulan satu hingga empat di wilayah Selatan, Belitung Timur berkenaan kondisi alam, disiasati dengan budidaya ikan air tawar.
Plt Kepala Dinas Perikanan Belitung Timur, Yeni Srihartati mengatakan Koperasi Balok Jaya Bersama sebelumnya telah menerima bantuan satu unit eskavator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang di manfaatkan untuk menunjang pembuatan kolam.
Menurutnya, koperasi tersebut saat ini mengelola kawasan seluas 2,1 hektar, koperasi ini baru saja memulai budidaya mereka terdiri dari lima kelompok gabungan.
"Di lokasi ini tahun ini sudah dapat bantuan berupa satu alat berat senilai Rp 1.4 miliar sebagai alasan mengiatkan budidaya. Ini merupakan solusi karena didaerah ini bulan 1 sampai 4 nelayan kesulitan untuk tangkap, dimana musim timur tangkapan kurang," ungkap Yeni saat kunjungan kerja Direktur Pelabuhan Perikanan Direktorat DJPT, Jumat (12/2/2021).
Menurutnya wilayah Kecamatan Dendang memiliki potensi udang, cumi, dan juga kerapu yang juga sudah dikembangkan.
Dia juga mengungkapkan nelayan tangkap mengeluhkan aktivitas alat tangkap ilegal fishing menangkap udang dan ikan di wilayah tersebut yang otomatis merugikan nelayan tangkap kecil.
"Di muara Teluk Balok masih banyak beroperasi kapal besar menggunakan trawl, sementara nelayan di sini hanya menggunakan kapal kapasitas 2-3 GT," ujarnya.
Menurutnya, hasil tangkapan sejumlah 21.000 ton sampai saat ini masih keluar lewat pintu Kabupaten Belitung, untuk itu Belitung Timur butuh pintu keluar atau pelabuhan untuk PAD Beltim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20211202-kkp3.jpg)