Breaking News:

Berita Belitung

SDN 17 Tanjungpandan Deklarasikan Sebagai Sekolah Ramah Anak

Kepala SD Negeri 17 Tanjungpandan Sapta Nugraha menandatangani deklarasi dan komitmen sebagai sekolah ramah anak, Rabu (24/2/2020).

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
Deklarasi dan penandatanganan Sekolah Ramah Anak di SDN 17 Tanjungpandan, Rabu (24/2/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala SD Negeri 17 Tanjungpandan Sapta Nugraha menandatangani deklarasi dan komitmen sebagai sekolah ramah anak, Rabu (24/2/2020).

Bersama perwakilan guru, tenaga pendidik, siswa, dunia usaha, alumni, paguyuban hingga perwakilan orang tua, penandatanganan komitmen tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Belitung Sahani Saleh dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Junaidi.

Menurut Sapta, deklarasi sekolah ramah anak (SRA) dilakukan agar menyamakan visi-misi dalam tahapan pembentukan SRA. Juga menciptakan ruang bagi anak dalam berpartisipasi dalam perencanaan kebijakan, pengawasan, dan mekanisme pengadaan di lingkungan sekolah sesuai dengan usia dan tingkat kematangan anak.

"Jadi ini membangun suasana sekolah sebagai komunitas pendidikan setelah keluarga," ucapnya.

Dalam menempuh sebagai SRA, sekolah di Jalan Ahim, Kelurahan Lesung Batang, Tanjungpandan itu telah membentuk tim SRA, menyusun rancangan kebijakan terkait pemenuhan hak anak dan kepentingan terbaik bagi anak.

Terkait pemenuhan hak anak, guru pun diharapkan arif dalam mrmandang permasalahan yang ada, agar kebijakan tetap berjalan. Makanya guru dituntut mampu memberi pelajaran tanpa mengabaikan gak anak dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dindikbud Kabupaten Belitung Junaidi menyebut bahwa deklarasi SRA di SD tersebut juga sebagai bentuk komitmen sekolah-sekolah di Belitung menuju SRA. Deklarasi tersebut juga sebagai dukungan Dindikbud dalam mewujudkan Belitung sebagai kabupaten layak anak (KLA).

"Kami berharap tidak hanya slogan sekolah ramah anak, artinya anak harus benar-benar merasa nyaman, tentram, aman, tidak boleh ada kekerasan, termasuk merokok pun tidak boleh di sekolah karena akan mengganggu ketenangan anak," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Belitung Sahani Saleh. Menurutnya langkah yang dilakukan sekolah tersebut juga agar segera diikuti sekolah-sekolah lain, agar pendidikan anak di samping intelektual juga mendukung pendidikan karakter dengan perwujudan SRA.

"Setelah deklarasi, agar segera ditindak lanjuti agar setiap sekolah secara konsisten menjalankan kegiatan dan program sekolah dalam membina anak supaya menjadi pribadi yang baik serta menikmati saat berada di sekolah. Agar anak ini ceria dan nyaman di sekolah," tutur dia.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved