Breaking News:

Bayi Lahir Tanpa Bola Mata, Ibunya Rasakan Ini Saat Hamil, Tak Tahu Apakah Bisa Disembuhkan

Sejak dilahirkan sang ibu, bayi ini tidak memiliki fisik sempurna seperti bayi lainnya.

KOMPAS.com/USMAN HADI
Niati Kurnia Ningsih (32) memangku Arsyifa Balqis Nabiha, balita yang terlahir tanpa bola mata, Minggu (7/3/2021). 

Gatal-gatal

Niati mengatakan, sebulan sebelum melahirkan, dia merasakan gatal-gatal di sekujur tubuh.

Hal itu tak pernah dia rasakan saat hamil anak pertama.

Selain itu, saat di dalam kandungan, Syifa juga sangat aktif.

"Waktu hamil ini anaknya (lebih) aktif daripada anak pertama.

Mau lahiran kurang satu bulan itu gatal-gatal di semua badan" kata Niati.

Lahir

Bayi yang dinanti Mulyadi dan Niati akhirnya lahir dengan selamat pada 1 Desember 2020.

Proses persalinan Niati berlangsung normal, bertempat di kediaman bidan Desa Baron.

Saat Syifa dilahirkan, Mulyadi masih berada di Palu.

Keluarga Niati lantas mengabarkan ke Mulyadi mengenai proses persalinan dan kondisi Syifa.

Mulyadi pun bergegas pulang ke rumah mertuanya.

Sesampainya di Padasan Nganjuk, Mulyadi berinisiatif memeriksakan kondisi mata Arsyifa ke klinik.

Awalnya Arsyifa dibawa ke sebuah klinik di Nganjuk.

Namun, atas saran kolega, Mulyadi lantas membawa anaknya berobat ke seorang dokter spesialis mata bernama dokter Rozalina Loebis yang beralamat di Kota Surabaya pada 17 Desember 2020.

Dokter tersebut memberikan catatan diagnosis: ods cryptophthalmos dan menyarankan agar dilakukan pemeriksaan USG mata dan MRI orbita di RSUD Dr Soetomo.

Lalu Mulyadi diminta mengurus dokumen yang diperlukan.

“Awalnya dibawa ke dokter spesialis mata (di Nganjuk), katanya infeksi, terus balik lagi antara bola mata kecil atau tidak ada (bola mata).

Bapaknya kurang yakin, pindah lagi ke klinik (dr Rozalina Loebis), klinik menyarankan ke (RSUD) Dr Soetomo,” kata Niati.

Urusan dokumen kependudukan kini sudah selesai. Atas bantuan pemerintah desa setempat, Mulyadi dan keluarga telah terdata sebagai warga Dusun Padasan, dan memiliki dokumen kartu keluarga (KK) serta kartu tanda penduduk (KTP).

Keluarga Mulyadi juga telah terdata sebagai penerima PBI BPJS kesehatan, sehingga seluruh biaya pengobatan Syifa di RSUD Dr Soetomo gratis.

“Alhamdulillah gratis semua. Iya (pakai BPJS Kesehatan), alhmadulillah sudah pindah (KTP dan KK) di sini. Kalau bapak (Mulyadi) baru beberapa hari kemarin balik ka Palu, kerja nambal ban lagi,” ujar Niati.

Menurut Niati, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui bidan desa setempat rutin mengecek kondisi Syifa.

Kondisi Syifa sendiri tampak normal, seperti balita pada umumnya.

“Nangis, pipis biasa, normal semua, (minum) ASI banyak,” sebutnya.

Niati tak tahu apakah Syifa dapat disembuhkan.

Namun, sebagai orangtua tentu saja dia berharap buah hatinya itu tumbuh sehat.

“Ya harapannya anak saya semoga sehat-sehat saja,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Baron Slamet Indrianto tidak berada di tempat saat dikunjungi Kompas.com, Minggu (7/3/2021).

Saat dihubungi via telepon dan pesan singkat, Slamet juga tak menjawab kala ditanya mengenai langkah desa dalam membantu Syifa. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Arsyifa, Bayi 3 Bulan Tanpa Bola Mata, Ibunya Rasakan Gatal di Sekujur Tubuh Saat Hamil"

Penulis: tidakada007
Editor: Fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved