WHO Rilis Perputaran Penyebaran Virus Corona Pertama Kali, Mengapa Bisa Sampai di Pasar Wuhan?

Temuan ini sangatlah kontroversial, karena banyak tuduhan muncul mengenai investigasi dilakukan hanya untuk membersihkan nama baik China

TRIBUN/PUSPEN TNI/LETNAN KUNCORO
(ILUSTRASI) Petugas mengenakan masker dan hazmat suit sebelum melakukan evakuasi WNI yang tiba dari Wuhan di lokasi observasi Hangar Lanud Raden Sajad, Natuna, Kepri, Minggu (2/2/2020). WNI yang sebelumnya transit terlebih dahulu di Batam tersebut dievakuasi dari Wuhan, China, akibat merebaknya wabah Virus Corona. TRIBUNNEWS/PUSPEN TNI/LETNAN KUNCORO Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ibu-ibu Ngumpet Takut Tertular Virus Corona dari WNI yang Dikarantina di Natuna, Sekolah Diliburkan, https://www.tribunnews.com/regional/2020/02/03/ibu-ibu-ngumpet-takut-tertular-virus-corona-dari-wni-yang-dikarantina-di-natuna-sekolah-diliburkan?page=all. Editor: Anita K Wardhani 

BANGKAPOS.COM - WHO akan menampik kecurigaan jika Covid-19 bocor dari laboratorium rahasia China.

Serta, WHO juga akan tekankan jika pasar basah Wuhan adalah sumber pandemi Covid-19.

Dikutip dari 24h.com.vn, menurut laporan WHO, para ahli yakin jika virus Sars-CoV-2 paling mungkin masuk ke pasar basah Hunan di Wuhan bukan dari hewan mentah atau daging beku.

Temuan ini sangatlah kontroversial, karena banyak tuduhan muncul mengenai investigasi dilakukan hanya untuk membersihkan nama baik China, karena hubungan dekat China dan WHO.

Anggota senior tim investigasi virus Corona yang dipimpin WHO sebutkan jika laporan akan hadir dengan "teori makanan beku" sebagai penjelasan terbaik mengenai sumber pandemi yang mematikan ini.

Berbicara di konferensi yang telah diorganisir oleh organisasi konsultasi independen Chatham House (Hong Kong) minggu lalu, Peter Daszak, ahli hewan dari Inggris di tim investigasi asal usul Covid-19 di China, mengatakan penyelidik telah mendapatkan kaitan antara pasar Wuhan dan wilayah China Selatan.

Diketahui, China Selatan adalah rumah dari virus Corona dari kelelawar.

"Kami temukan jika ada kaitan dari Wuhan dengan provinsi di China Selatan di mana virus paling mirip dengan Sars-CoV-2 telah ditemukan pada kelelawar," ujar Peter Daszak.

"Ini penting, karena ini tunjukkan kaitan dan rute penyebaran virus dari hewan liar ke manusia atau hewan dibesarkan di tempat itu kemudian dipindahkan ke pasar Wuhan."

Menurut Daszak, penyebabnya paling mungkin karena kelelawar atau hewan liar lain yang membawa virus, yang merupakan nenek moyang virus Sars-CoV-2.

Virus kemudian masuk ke hewan lokal, mungkin hewan liar yang dibesarkan di peternakan, atau hewan yang melakukan kontak, dan kemudian masuk ke pasar Wuhan.

"Aku percaya itulah situasi paling memungkinkan," ujar Peter Daszak kepada Daily Mail.

Ahli virus Belanda dari WHO, Profesor Marion Koopmans, yang bergabung di konferensi dengan Daszak, mengatakan daging beku adalah risiko infeksi terbesar.

Ia mengakan "sumber paling mungkin bukanlah dari plastik kemasan makanan beku, tapi kemungkinan dari kehidupan liar daging yang dibekukan itu."

Dengan ini, kedua ilmuwan itu telah menolak klaim jika virus Sars-CoV-2 adalah virus yang bocor dari laboratorium Institut Virologi Wuhan.

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved