Info Kesehatan
Komplikasi Diabetes Bisa Dicegah, Sebelum Terlambat Cek Mikroalbuminuria!
Tahap paling awal terjadinya nefropati diabetik ditandai dengan mikroalbuminuria, yaitu ditemukannya sejumlah kecil protein albumin di dalam urine.
POSBELITUNG.CO - Komplikasi diabetes biasa terjadi kerusakan ginjal atau disebut nefropati diabetik, yang dapat menyebabkan gagal ginjal terminal sehingga penderita perlu menjalani cuci darah (hemodialisa) atau cangkok ginjal.
Nefropati diabetik, ditandai dengan kerusakan glomerulus ginjal, yaitu bagian ginjal yang berfungsi sebagai alat penyaring.
Gangguan pada glomerulus ginjal dapat menyebabkan lolosnya albumin (salah satu jenis protein) ke dalam urine (kencing). Karena itu, adanya albumin di dalam urine (disebut albuminuria) merupakan penanda terjadinya nefropati diabetik.
Tahap paling awal terjadinya nefropati diabetik ditandai dengan mikroalbuminuria, yaitu ditemukannya sejumlah kecil protein albumin di dalam urine.
Albuminuria merupakan penyakit yang disebabkan terlalu banyaknya kadar protein dalam urine. Kondisi ini terkadang disebut juga sebagai "mikroalbuminuria" yang menunjukkan tingkat yang sedikit lebih tinggi protein dalam urine. Proteinuria yang terbuka atau "makroalbuminuria" menunjukkan lebih dari 300mg albumin dalam urine per hari.
Mikroalbuminuria merupakan penanda adanya gangguan pada glomerulus ginjal stadium dini, dimana gangguan ginjal masih dapat diobati.
Sementara, bila telah terjadi gagal ginjal, pengobatan sulit dilakukan. Selain itu, mikroalbuminuria ini juga dapat mempertinggi risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler.
Albuminuria yang terus menerus terjadi menunjukkan bahwa ginjal mengalami kerusakan dan mulai mengeluarkan albumin atau protein ke dalam urine.
Bila dalam beberapa minggu terdapat dua kali tes yang menyatakan bahwa urinee positif mengandung albumin berarti didindikasikan mengalami albuminuria tetap yakni tanda awal penyakit ginjal diabetes.
Penyebab albuminuria lainnya adalah tekanan darah tinggi, gagal jantung kongesti, sindrom metabolik, atau kerusakan ginjal dari sindrom nefrotik.
Meskipun tidak mengalami penyakit ini, urine yang mengandung albumin lebih tinggi dari normal berisiko menyebabkan penyakit jantung.
Pada pasien dengan diabetes atau penyakit ginjal kronis lainnya kemungkinan besar dapat mengembangkan albuminuria yang lebih cepat dari penyakit ginjal kronis dan kemungkinan besar bahwa mengalami gagal ginjal.
Sekitar 8% orang dewasa memiliki mikroalbuminuria (yaitu ekskresi 30 sampai 300 mg albumin per 24 jam) dan 1 persen memiliki makroalbuminuria (yaitu ekskresi lebih dari 300 mg albumin per 24 jam).
Albuminuria terdeteksi pada satu dari setiap tiga orang dengan diabetes, satu dari setiap tujuh orang dengan tekanan darah tinggi yang tidak menderita diabetes, dan satu dari setiap enam orang yang lebih tua dari 60 tahun.
Semua orang dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang berusia antara 12 hingga 70 tahun harus menjalani tes urine untuk albuminuria setidaknya sekali setahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/mikroalbuminuria-tanda-awal-penyakit-ginjal.jpg)