Berita Belitung Timur

Covid-19 di Belitung Timur Tembus 500 Kasus, Ini Respon Bupati Burhanudin

Per Hari ini , Kamis (25/3/2021), dilaporkan ada penambahan 21 kasus sehingga menjadikan total 512 kasus Covid-19 di Belitung Timur.

Penulis: Bryan Bimantoro |
Posbelitung.co/BryanBimantoro
Suasana rapat yang dipimpin oleh Wakil Bupati Khairil Anwar bersama dengan camat dan kepala desa se-Beltim, Kamis (25/3/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kasus covid-19 di Belitung Timur hari ini, Kamis (25/3/2021) tembus 500 orang.

Per Hari ini dilaporkan ada penambahan 21 kasus sehingga menjadikan total 512 orang yang terpapar virus corona.

Dari data yang didapat posbelitung.co, hanya ada satu dari klaster perkantoran dan sisanya berasal dari klaster perkebunan di Dendang.

Atas hal ini, Bupati Belitung Timur Burhanudin bereaksi tegas bahwa pihaknya akan segera mengambil langkah cepat dan strategis.

Ditemui di ruang kerjanya pada Kamis sore, Bupati Burhanudin mengatakan Pemda sudah melaksanakan rapat bersama camat dan kepala desa se-Beltim.

Di rapat yang dipimpin oleh Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar itu diputuskan untuk menginstruksikan kepada camat dan kepala desa agar melakukan pemetaan terhadap sebaran kasus covid-19 di wilayahnya masing-masing.

"Setelah didapatkan data dari pemetaan itu, nanti kan kelihatan berapa angka persebarannya. Nanti akan kita tentukan misal lebih dari 50 orang yang positif di desa itu zonasinya merah, kalau 30-50 jadi zona kuning, atau kurang dari 30 itu jadi zona hijau," urainya.

Bupati bilang setelah ditentukan zonasinya, maka pemimpin wilayah tersebut bisa menerapkan pembatasan sesuai dengan zonasi.

Jadi, lanjutnya, tiap desa tidak sama perlakuannya berdasarkan persebaran kasus positif covid-19 di wilayah itu.

Konsep ini diakuinya hampir sama dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang digulirkan oleh pemerintah pusat.

Mengenai peraturan-peraturan yang ada dalam setiap zonasi, Aan sapaan akrab Burhanudin bilang akan ditentukan pada rapat koordinasi lanjutan yang segera digelar.

Ia menilai aktivitas masyarakat harus disesuaikan dengan zonasi wilayahnya sehingga setiap desa tidak sama perlakuannya.

"Tapi tetap yang menjadi kunci adalah disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Itu yang paling prioritas dan harus dilakukan masyarakat saat ini," kata Aan.

"Harus lebih serius lagi. Ayo kita bersatu lagi jangan anggap ini penyakit main-main. Siapapun ada risiko terkena covid-19. Tapi juga tidak perlu saling sindir dan menjatuhkan. Ini kerja bersama," pesan Aan.

Sementara itu, ditemui terpisah Ketua APDESI Belitung Timur Mislan Kadir mengatakan bahwa konsep penanganan dari desa ini sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Hanya saja saat ini para kepala desa masih terkendala soal refocusing anggaran.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved