Breaking News:

Berita Belitung Timur

Pengelola Tempat Karaoke Masih Menunggu Petunjuk Teknis PP yang Mengatur Royalti Hak Cipta

General Manager karaoke Aloha Bahamas, Fajar misalnya mengatakan sangat mendukung adanya PP tersebut.

ist/De Lapark Karaoke & Lounge
Ilustrasi De Lapark Karaoke Lounge Hadir di Belitung 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Baru-baru ini Presiden RI mengeluarkan peraturan pemerintah (PP) 56 Tahun 2021 mengatur royalti hak cipta lagu dan musisi. Dalam PP itu mewajibkan kafe hingga toko membayar royalti saat memutar lagu secara komersial.

Hal itu juga menjadi perhatian dari pengelola jasa Karaoke di Belitung.

General Manager karaoke Aloha Bahamas, Fajar misalnya mengatakan sangat mendukung adanya PP tersebut.

Menurutnya  dengan adanya royalti hak cipta berri juga menghargai karya seseorang. 

"Ini juga bagus untuk pencipta lagu dan juga yang membawakan lagu itu. Jadi semua kebagian, yang mana saat ini misalnya dari karya tersebut tidak semuanya kebagian, itu setahu saya," ujar Fajar Mulyadi saat dihubungi posbelitung.co, Minggu (11/4/2021).

Dia mengatakan untuk management Aloha Bahamas sendiri karena sudah terdaftar di WAMI (Wahana Musik Indonesia) wajib melapor dan mendaftarkan ulang itu juga untuk pembayaran royalti lagu-lagu yang dipakai di tempat Karaoke mereka.

"Setiap tahunnya Aloha Bahamas selalu  ada daftar dan dilaporkan ke WAMI, meliputi jumlah ruangan untuk karaoke dan lagu-lagu yang kami pakai juga kami laporkan ke WAMI. Bila sudah terdaftar, artinya sudah punya lisensi memakai lagu-lagu yang kami pakai di tempat kami," ucapnya.

Sedangkan berkenaan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN)  dia berpendapat harus diPerbubkan, karena bukan hanya soal bicara royalti, namun nominal royalti tersebut berapa diakuinya belum tahu.

"Angkanya tidak ada. kami juga bingung mengaplikasikannya, dan pastinya  contoh seperti restoran, itu tentunya berbeda dengan lagu lagu di Karaoke,  jadi kalau tidak ada pentunjuk harga-harganya mungkin agak sulit," ujarnya.

Selanjutnya, dia juga mengatakan perlu adanya sosialisi dari pemerintah berkenaan dengan PP tersebut untuk mengatur tarif royaltinya.

"Dari pihak Aloha menyambut baik apa yang tertuang dalam PP. Bagaimanapun lagu-lagu itu satu di antara pendongkrak omset kami, dengan adanya lagu-lagu baru. Cuma bagaimana kejelasan kedepannya akan seperti apa, tindak lanjutnya akan seperti apa kami masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah daerah," ujarnya.

Dia menambahkan penggunaan lagu tentunya tidak asal comot saja, bila tidak terdaftar di WAMI, dan  sengaja pakai lagu-lagu yang ada di sana untuk kegiatan kormersil seperti Kasaoke tentunya akan kena Penalti. Kebanyakan karaoke yang terdaftar pasti punya ijin menayangkan. (posbelitung.co,suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved