Ramadhan 2021
Masjid Al Muqorrobin Desa Air Merbau Belitung, Aktif 24 Jam dan Utamakan Pengkaderan
Di bawah tahun 2017, rumah ibadah ini hanya Surau Al Muqorrobin, dengan ukuran bangunan induk sekitar tiga kali tiga meter.
Penulis: Disa Aryandi |
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pagar depan berwarna abu-abu dengan taman kecil menjang di bawahnya menyambut setiap tamu yang datang ke rumah ibadah itu.
Bangunan induk berwarna kuning, dan bagian belakang ada teras sangat luas, masing-masing di kiri dan kanan, dengan lebar sekitar tiga meter.
Apabila menenggak sedikit ke arah langit, terlihat dua kubah berbahan logam. Pada bagian belakang bangunan ini, terdapat berbagai ruangan kelas. Fungsi ruangan itu, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA).
Itulah sepintas bentuk bangunan Masjid Al Muqorrobin, Jalan Kerja, Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Masjid tersebut, baru dibangunan untuk diperbesar pada tahun 2017 lalu.
Di bawah tahun 2017, rumah ibadah ini hanya Surau Al Muqorrobin, dengan ukuran bangunan induk sekitar tiga kali tiga meter.
Surau itu, sudah dibangun oleh warga sekitar secara gotong royong pada tahun 1980.
"Ya jadi ini bangunan baru. Mulai dibangun pada Maret 2017, dan selesai dibangun Oktober 2017. Jadi sudah berjalan hampir empat tahun, tapi baru dioperasionalkan untuk Jumatan, Agustus 2018," kata Ketua Masjid Al Muqorrobin Desa Air Merbau, H Asmaie kepada Posbelitung.co, Rabu (14/4/2021).
Bangunan induk Masjid ini, sekitar enam kali enam, dan bisa menampung 500 jemaah secara keseluruhan. Apabila ditambah pada bagian teras, hingga ke samping kiri kanan, bisa lebih dari 1.000 jamaah.
Selama Ramadhan 1442 hijriah, terdapat berbagai kegiatan di Masjid Al Muqorrobin tersebut. Selain melaksanakan salat wajib dan tarawih, Masjid ini setiap malam menggelar Tadarus Al- Qur'an.
Kemudian, pada sore hari remaja Masjid melaksanakan Tausiyah Ramadhan dan dilanjutkan berbuka puasa, disamping lagi ada remaja masjid membuka kegiatan kampung Ramadhan.
"Kalau kampung ramadhan, remaja-remaja Masjid di sini berjualan takjil, nah uang hasil jualan untuk infaq," jelasnya.
Dalam mengembangkan dan memfungsikan Masjid Al Muqorrobin, menurut Asmaie, ada tiga point diterapkan. Pertama, Masjid sebagai tempat Ibadah bagi seluruh umat muslim, dan Masjid Al Muqorrobin selalu dibuka 24 jam.
"Kalau tidak covid-19, orang mau itikaf di sini kami persilakan. Kedua, sebagai tempat sosial kemasyarakatan, jadi di Masjid inilah ada sumbangan Masjid, nah kalau tidak ada pembangunan fisik, infaq itu kami arahkan membantu masyarakat sekitar," ucapnya.
Sebab, kata dia, infaq tersebut selain untuk membangun Masjid, bisa dipergunakan sebagai membantu masyarakat yang ada di sekitar.
"Jangan sampai di sini ada Masjid, di kiri masjid dan belakang masjid ada masyarakat yang tidak makan, ada yang sakit," jelasnya.
Ketiga, kata dia, Masjid Al Muqorrobin itu difungsikan sebagai lembaga pendidikan. Berbagai kalangan usia remaja, mulai dilibatkan sebagai mengikuti dan mengisi kegiatan Masjid.
"Kami mulai mengkader istilahnya. Jadi semua kegiatan di masjid, panitianya remaja Masjid. Kemudian remaja Masjid ini sudah membuat kelompok pengajian, nah kedepan apakah mereka ingin membuat lembaga usaha di Masjid ini silahkan, tidak kami batasi," jelasnya.
Pengurus Masjid Al Muqorrobin, kata dia, kedepan sudah berencana mengembangkan kembali bangunan tersebut. Satu diantara rencana, membangun kantor remaja Masjid, dan membangun gedung tiga lantai.
"Gedung tiga lantai itu, lantai bawah untuk wirausaha remaja Masjid, lantai kedua penginapan, dan lantai ketiga rumah Tahfiz," bebernya.
(Posbelitung.co/Disa Aryandi)