Cerita Alan, Juru Sembelih Muda yang Sempat Gemetar Eksekusi Sapi Presiden Seberat 790 Kg

Bagi Alan, hari ini adalah pembuktian besar sekaligus pengalaman paling mendebarkan sepanjang karirnya sebagai seorang juru sembelih

Tayang:
Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha
SEMBELIH SAPI PRESIDEN - Juru Sembelih Halal (Juleha) Babel asal Kecamatan Manggar, Alan (28) saat ditemui seusai sukses menyembelih sapi kurban bantuan Presiden RI di samping Masjid Jami’ Al-Faalah Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Rabu (27/5/2026). Berbekal jam terbang sejak 2017, Alan mengaku sempat gugup dan gemetar saat perdana mengeksekusi sapi jenis Simental dengan bobot jumbo mencapai 790 kilogram. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Matahari tepat berada di atas kepala ketika Alan (28) berjalan sembari menenteng botol air besar di samping Masjid Jami’ Al-Faalah Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Rabu (27/5/2026).

Celemek putih yang terikat di pinggangnya tampak bernoda merah, kontras dengan baju Juru Sembelih Halal (Juleha) Bangka Belitung yang dikenakannya sejak pagi buta.

Disertai napas yang masih tersenggal, pemuda asal Kecamatan Manggar ini membasuh kedua telapak tangannya berulang-ulang. Ketika ia mencoba meraih air minum, terlihat jelas jemarinya masih bergetar.

"Tunggu sebentar ya Bang, minta waktu lima menit. Mau ambil napas dulu, masih agak gugup ini," ujar Alan.

Setelah meneguk air dan mengembuskan napas beberapa kali, ketegangan di wajahnya perlahan mencair. Senyum tipis mulai terlihat dari bibirnya, menandakan ia siap membagikan cerita yang baru saja diukirnya dalam sejarah hidup.

Bagi Alan, hari ini adalah pembuktian besar sekaligus pengalaman paling mendebarkan sepanjang karirnya sebagai seorang juru sembelih.

Bagaimana tidak, tepat di samping Masjid Jami' Al-Falaah, Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit Alan baru saja selesai mengesekusi sapi kurban bantuan Presiden RI yang berjenis Simental dengan bobot mencapai 790 kilogram.

"Kalau memotong sapi sih sudah sering sekali, Bang. Tapi kalau pengalaman yang sangat berharga dan bikin deg-degan setengah mati, ya baru hari ini, memotong sapi Presiden," ucapnya.

Sambil merapikan peralatan bilah pisaunya yang sudah bersih, Alan mengaku jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya saat pertama kali mendekati area penyembelihan.

Maklum saja, sejak meniti karir sebagai jagal pada tahun 2017 silam, hewan kurban yang dihadapi Alan sehari-hari hanyalah sapi kampung lokal dengan bobot standar berkisar antara 200 hingga 300 kilogram.

"Sapi Bapak Presiden ini besarnya hampir satu ton. Begitu saya berdiri di sampingnya memegang pisau, rasanya langsung getar semua badan. Kesannya itu sangat wah dan luar biasa berarti untuk saya pribadi," ungkapnya.

Panggilan Telepon di Malam Hari

Terpilihnya Alan menjadi eksekutor sapi kepresidenan ternyata bermula dari sebuah dering telepon di malam hari.

Alan mengatakan pada Selasa, 26 Mei malam sekitar pukul 23.00 WIB, ponselnya mendadak berdering. Di telepon, terdengar suara Pak Wahidun, Ketua Juleha Tanjungpandan.

Wahidun pun mengabarkan bahwa pihak DKM Masjid Al-Faalah Senyubuk sedang kebingungan mencari juru sembelih yang siap dan bermental kuat untuk mengeksekusi sapi dari pusat.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved