Breaking News:

Tragedi KRI Nanggala-402, Jokowi Diminta Evaluasi Kinerja Prabowo Subianto

Pemerintah diminta mengevaluasi kinerja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terkait kecelakaan KRI Nanggala-402.

Editor: Fitriadi
Theresia Felisiani
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Pemerintah diminta mengevaluasi kinerja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terkait kecelakaan kapal selam KRI Nanggala-402 yang merenggut 53 jiwa kru.

Adalah Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino yang mengusulkan hal itu. Dia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Menhan Prabowo Subianto.

Dia beralasan, tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-402 seharusnya dapat dihindari apabila Menhan memberi perhatian yang cukup kepada TNI Angkatan Laut.

Hal ini dapat dilihat dari postur dan alokasi anggaran Kementerian Pertahanan.

Baca juga --> Janji Menhan Prabowo Untuk Anak-anak Korban Tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala 402

Menurut Arjuna, tragedi tenggelamnya KRI Nanggala 402 sangat bertolak belakang dengan anggaran Kementerian Pertahanan yang terus merangkak naik dari tahun ke tahun.

“Tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-402 adalah berita duka bagi bangsa Indonesia. Namun ini bertolak belakang dengan anggaran Kementerian Pertahanan yang terus naik. Seharusnya tidak terjadi. Untuk itu, Presiden perlu evaluasi kinerja Menhan," kata Arjuna dalam keterangan tertulis, Senin (26/4/2021).

Sejumlah prajurit TNI-AL awak kapal selam KRI Nanggala-402 berada di atas lambung kapal setibanya di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin 6 Februari 2012.
Sejumlah prajurit TNI-AL awak kapal selam KRI Nanggala-402 berada di atas lambung kapal setibanya di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin 6 Februari 2012. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Arjuna menyatakan Kementerian Pertahanan mendapatkan anggaran tertinggi dalam APBN 2020 mencapai Rp 131,2 triliun.

Alokasi anggaran ini melonjak Rp 21,6 triliun dari tahun 2019 Rp 109,6 triliun maupun usulan awal RAPBN 2020 sebesar Rp 127,4 triliun.

Dia menyoroti alokasi anggaran antar matra masih mengalami ketimpangan, dimana pada APBN 2020 TNI AD mendapat anggaran Rp55,92 miliar dengan alokasi alutsista sebesar Rp4,5 miliar.

TNI AL punya bagian Rp22,08 miliar dan alokasi alutsista Rp4,1 miliar. Sedangkan TNI AU memperoleh dana Rp15,5 miliar dan alokasi alutsista Rp2,1 miliar.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved