Breaking News:

Berita Belitung

Mengenal Geosite Garumedang Tektites, Ini Perbedaan dengan Tempat Wisata Lain di Pulau Belitung

Geosite itu berada di Dusun Garumedang Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, tepatnya sebelum Pantai Kuale Tambak.

Ist/dok Veri Yadi
Area Geosite Garumedang Tektites Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Sebagian orang mungkin belum mengetahui tentang Geosite Garumedang Tektites?. Geosite itu berada di Dusun Garumedang Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, tepatnya sebelum Pantai Kuale Tambak.

Geosite atau tempat tujuan wisata ini, tentu berbeda dari daerah lain. Geosite yang mulai dicanangkan tahun 2018, atau bersamaan dengan pengajuan dossier Belitong Geopark ke Unesco Global Geopark itu, lebih kepada wisata edukasi.

Pengunjung yang datang ke geosite ini, bisa mempelajari tentang sejarah penemuan satam, serta proses terjadi dan keterdapatan batu satam, serta flora fauna endemik di dataran rendah, hasil pengendapan intensif setelah jaman es mencair atau pleistosen.

Geosite Garumedang Tektites ini, secara keseluruhan mengangkat tema warisan geologi "astrobleme". Alasan tema tersebut dipergunakan pada geosite Garumedang Tektites, lantaran astrobleme merupakan material impact.

Material itu, jatuh ke bumi berupa asteroid termuda, sekitar 700 ribu tahun lalu dan  bagian dari the Australasian Tektites Strewn Field. Jenis tektites di Garumedang merupakan satam (billitonite).

"Tektites itu merupakan sub-tipe dari tektite Australasian. Keterdapatan satam sangat erat dengan pengendapan timah alluvial, dan ditemukan oleh penambang timah alluvial. Garumedang sendiri merupakan sumber timah terkaya di Pulau Belitong," kata Geologis Geosite Garumedang Tektites Veri Yadi kepada Posbelitung.co, Jumat (30/4/2021).

Garumedang Tektites dikelola pemuda Desa Sukamandi. Ketua sekaligus Direktur Garumedang Tektites Geosite itu, Along Roy (Rusdiyanto). Geosite ini bermitra dengan PT Gravica dan BUMDes Sukamandi.

Terdapat berbagai fasilitas sudah tersedia pada geosite ini. Satu di antaranya visitor center, dilengkapi interpretative panel tentang keterjadian satam, yang berkaitan dengan perubahan iklim, serta flora dan fauna, maupun sejarah pertambangan timah di Belitong.

Kemudian, view points berupa GeoIcon serta lansekap bekas tambang timah alluvial, Geo Walking Trails sepanjang 700 meter menyusuri hutan sekunder tanah alluvial, yang berkaitan erat dengan sejarah penambangan timah alluvial.

"Ya kalau yang lain paling toilet, terus sejumlah atraksi yang menguatkan tentang sejarah penemuan satam dan timah alluvial," ucapnya.

Pada Geosite ini, terdapat lokasi rekreasi menyusun hutan tanah alluvial, serta pemandangan lansekap kolong tiram dan jembatan kayu tradisional.

Sedangkan untuk atraksi, berupa proses penambangan dan pencucian timah alluvial serta penemuan satam, susur alur bekas tambang dengan perahu tradisional, maupun mengamati sunset disertai pohon pinus dan latar belakang kulong tiram.

"Satu di antara nilai penting dari kawasan geopark ini adalah, harus memiliki warisan geologi bertaraf internasional. Nah satam ini, adalah warisan geologi dunia yang dimiliki pulau Belitong. Maka dari itu, aspek penguatan, promosi dan pengembangan geosite mengarah kepada Satam, baik proses terbentuknya, keterdapatan penemuan sejarah, serta aspek tangible dan intangible yang disebabkan dari satam," jelasnya.

Adanya satam ini, lanjut Veri, tentu diperkuat dengan lansekap Garumedang Tektites, yaitu lahan eks tambang timah.

"Apalagi timah ini merupakan hal yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Belitong selama lebih dari satu abad. Di tambah lagi, Belitong dikenal sebagai pulau penghasil timah di Dunia," bebernya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved