Breaking News:

Berita Belitung

Harga Daging di Belitung Naik Harus Ada Solusi Bersama

Menurutnya jelang Idulfitri 1442 ini dia menyiapkan empat sapi, selain untuk dijual di lapaknya ada juga sapi yang untuk arisan.

posbelitung/suharli
Lapak penjual daging sapi musiman di Pasar Tanjungpandan Minggu, (9/5/2021) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Minat beli daging sapi, H-3 Idulfitri diakui Ani seorang pedagang daging musiman di Pasar Tanjungpandan sepi, dia mengatakan bila harga daging sapi tinggi pemerintah daerah juga harus andil dalam memberikan solusi kepada para pedagang.

"Hari ini agak kurang pembelinya. Tapi tidak tahu kalau besok apa ada gebrakan pembeli," ujarnya.

Menurutnya jelang Idulfitri 1442 ini dia menyiapkan empat sapi, selain untuk dijual di lapaknya ada juga sapi yang untuk arisan.

Kalau dua tahun lalu pasarannnya lumayan, hari ini kebanyakan cuma nanya-nanyak harga, katanya ada yang mau beli besok.

Dia berpendapat harga daging sapi akan melonjak tinggi, kemungkinan tidak akan terjadi, selisih dari harga normal diperkirakan antara Rp 10 ribu sampai dengan Rp 20 ribu.

Kisaran biasanya Rp 150 ribu perkilogram saat ini Rp 160 ribu perkilogram.

Ani menyampaikan berkenaan kenaikan harga sapi perekor beberapa waktu lalu hingga saat ini juga menyebabkan harga daging sapi naik, sedangkan pedagang daging membeli sapi denga cara mengira-ngira bobot daging sapi murni berapa kilogram, kadang tepat namun tidak jarang juga taksiran bobot daging  dari sapi meleset.

"Kalau kami dapat harga sapi murah kemarin, mungkin kami tidak jual mahal, lebih. Jadi tidak mungkin juga kami jualan hingga begadang tiga hari tidak dapat hasil," ujarnya.

Kendati demikian dia optimis daging sapi jualannya bisa habis terjual H-1 lebaran.

Dia berharap pemerintah daerah juga turut memperhatikan para penjual daging sapi, serta memberikan solusi berkenaan dengan harga daging. 

Dia berpendapat bila pemerintah memiliki peternakan sapi, tentunya mereka juga akan terbantu tidak harus repot mengirim sapi dari luar pulau.

"Kalau pemerintah bisa mengadakan sapi, misalnya tahun depan. Meraka yang ambil alih turun lapangan mengorder sapi dari luar kemudian menjual sapi ke kami, mungkin pemerintah juga bisa menekan harga untuk kami, jadi pemerintah turut andil juga," ujarnya.

Dia menambahkan, sebagai pedagang tentunya tetap juga memperhitungkan pembeli tidak semua mampu membeli daging banyak.

"Ibaratnya kami juga ngerti juga masyarakat, setidaknya beli sedikit tapi bisa beli. Kami juga kasian bila mereka keberatan dengan harga daging segitu," ucapnya.

(posbelitung.co/suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved