Kasus Pelecehan di Masjid
BREAKING NEWS: Tim Naga Tangkap Pria Terduga Pelaku Pelecehan di Masjid Pangkalpinang
Tim Naga Polres Pangkalpinang menangkap seorang pria terduga pelaku pelecehan di sebuah masjid di Kota Pangkalpinan.
Menurut Dosen Prodi Psikologi IAIN SAS Bangka Belitung, Wahyu kurniawan, pelecehan seksual yang terjadi di rumah ibadah itu tentu saja akan memberikan dampak psikologis bagi korban.
Menurut Wahyu, biasanya anak-anak yang mengalami korban pelecehan seksual ini akan mengalami kecemasan, merasa kurang berharga, tidak nyaman, menarik diri.
"Ada belive tentang semestinya rumah ibadah sebagai tempat ibadah akan menjadikan anak akan merasa untuk takut datang kerumah ibadah. Namun tentunya hal semacam ini perlu dilakukan pemeriksaan intensif terkait apa saja yang dialaminya dan bagaimana kondisi psikologis anak ini," kata Wahyu kepada Bangkapos.com, Selasa (18/5/2021).
Wahyu mengatakan, paling tidak yang perlu di perhatikan bagi korban.
1. Perlu adanya semacam seks edukasi kepada anak-anak walaupun kita tau ditaman kanak-kanak sudah pasti diajarkan seks edukasi.
2. Perlu diajarkan keberanian menyampaikan hal atau berteriak ketika anak-anak diperlakukan tidak baik.
3. Membawakan anak ke psikolog tentang bagaimana membentuk ketahanan psikologis anak pasca menjadi korban.
4. Disarankan untuk tidak terlalu diekspos berlebihan tentang identitas anak dan kasus-kasus anak biarkan pihak yang berwajib yang mencari dan menindak.
5. Memberikan family support group pada anak tentu banyak lagi yang dilakukan tergantung dengan kondisi anak.
Lalu terkait pelaku, Wahyu menuturkan sudah dipastikan pelaku merupakan seseorang yang memiliki gangguan perilaku seksual menyimpang selain dari korbannya merupakan anak kecil.
"Semoga kejadian semacam ini tidak akan terulang kembali dan pelaku bisa ditemukan dan berharap kondisi yang ramah anak bisa segera didapat," sebutnya.
Menurutnya, videonyang beredar di social media hingga grup whastapp terkait pelecehan seksual terhadap anak perempuan di rumah ibadah tentu saja memberikan luka mendalam bagi semua pihak terkhusus bagi orangtua yang kini memiliki buah hati baik laki-laki maupun perempuan.
"Tentu saja hal ini memberikan rasa was-was pula bagi kita semua dimanakah kiranya tempat yang aman bagi anak-anak dan hal ini tentu akan memberikan citra yang buruk pula bagi anak-anak tentang rumah ibadah tidak lagi bisa memberikan rasa aman bagi mereka," ungkap Wahyu.
Walikota dan Anggota Dewan Berang
Peristiwa video pelecehan terjadi di dalam masjid di Kota Pangkalpinang tentunya mendapatkan kecaman dari Walikota Pangkalpinang Maula Aklil (Molen).
Molen mengaku geram melihat aksi pelaku yang terekam kamera CCTV dan beredar di WhatsApp Grup.
"Memang geram saya melihat video itu, di masjid tempat orang ibadah anak itu lagi salat sungguh bejat itu pelaku. Semoga segera dapat pelakunya itu, agar bisa diberikan tindak hukum agar ada rasa jeranya," desak Molen kepada Bangkapos.com, Selasa (18/5/2021).
Menurut Molen, pelaku juga sudah dilaporkan ke pihak kepolisian dan masih dalam tahap pencarian.
"Atau kalau pelaku sudah mengetahui ini viral segera melaporkan diri saja lah, kalau memang dia merasa sadar diri, atau kepada masyarakat kalau memang tahu siapa pelaku itu segera laporkan kepihak kepolisian," imbau Molen.
"Jadi memang sudah dilaporkan dan saya minta ini untuk segera bisa ditemukan karena sudah sangat tidak wajar tindakan ini," tegas Molen.
Ia pun mengimbau agar para orangtua juga dapat tetap waspada menjaga anak-anaknya di luar rumah.
"Ini termasuk tindak pedopil ya, tidak wajar sekali, ternyata tidak hanya hanya di luar di kita pun ada. Makanya hati-hati tetap waspada jangan memberikan kesempatan peluang bagi orang seperti itu, karena setiap ada kesempatan itu akan terjadi, tetap jaga keluarga kita, anak-anak kita, dari hal yang seperti ini," pesan Molen.
Hal senada dikatakan Wakil ketua komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiadi yang meminta, agar pelaku tindakan asusila di Masjid Baitul Makmur Kecamatan Girimaya segera tertangkap.
Pihaknya sangat menyayangkan ada orang yang tega melakukan perbuatan tidak senonoh itu pada anak dibawah umur dan di tempat ibadah.
"Sangat miris melihat video viral yang terekam kamera disalah satu masjid di kota Pangkalpinang. Kami akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan berharap pelaku cepat ditangkap dan dihukum seberat-beratnya karena jelas ini sangat tidak pantas terjadi, apalagi di rumah ibadah ketika jamaah sedang beribadah," ungkap Rio kepada Bangkapos.com, Selasa (18/5/2031).
Menurutnya, Pangkalpinang punya perda perlindungan anak tahun 2019, agar dapat dilakukan pengawasan agar kasus serupa tak terulang kembali.
"Saya kira dinas terkait dapat melakukan pendampingan dan pengawasan agar kasus serupa tidak terulang kembali. Pangkalpinang sudah menjalankan kebijakan kota layak anak, termasuk di rumah ibadah, kasus ini jelas sudah mencoreng kebijakan tersebut," tegasnya.
Politisi dari PKS ini menyebut, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dewan masjid, untuk memastikan agar keamananan jamaah, khususnya yang perempuan dapat diatur sedemikian rupa dan tidak memunculkan peluang terjadi perbuatan asusila tersebut.
Pelaku yang melakukan pelecehan di masjid (Tangkapan Layar CCTV)
Baru Ditetapkan Jadi Masjid Layak Anak
Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak dan Perempuan Kota Pangkalpinang, Eti Fahriaty prihatin menyayangkan kejadian memalukan tersebut.
Padahal kata Eti, masjid tersebut sudah ditetapkan sebagai masjid layak anak berdasarkan program Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Pangkalpinang dan Kementrian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang.
"Kemarin memang ada program kita masjid layak anak atau masjid ramah anak, dan sudah kami galakan bersama dengan kemenag dan kita sudah tahap sosialisasi dan salah satu masjidnya ini Masjid Baitul Makmur itu," ungkap Eti kepada Bangkapos.com, Selasa (18/5/2021).
Eti menyebut, tindak asusila di masjid yang sudah ditetatapkan ramah anak itu tersebut di luar kendali pihaknya.
"Masjid ini kan baru sosialisasi dalam program itu anak-anak dianjurkan untuk salat di masjid dan agar anak-anak yang ikut ke masjid jangan dimarah oleh marbot masjidnya, agar anak terbiasa salat di masjid. Tapi ini semua di luar prediksi kita karena ini tempat ibadah, jadi kita lepas kontrol tidak kita perkirakan bakal terjadi," jelas Ety.
Padahal, Kota Pangkalpinang sedang mempersiapkan untuk menuju kota layak anak.
Diakui Eti hal ini akan menjadi penilaian dan akan menjadi perhatian lebih lagi kedepannya.
"Iya tentu mengurangi nilai kita yang sekarang sedang mempersiapakan kota layak anak, tentu ini jadi perhatian kita lebih lagi kedepannya, dan sangat kita sayangkan kejadian ini terjadi sangat tidak kita prediksi bisa terjadi di rumah ibadah," ungkapnya.
Eti menyebut, pihaknya sebagai mediasi keluarga korban saja jika ada yang melapor, namun untuk penindakan dan pencarian tetap dari Polres Pangkalpinang.
"Andaikan ada yang melapor ke kami, kami akan membantu mediasi, tapi untuk yang inikan sudah ditangani oleh PPA di Polres tapi kita tetap mengontrol kasus ini sampai sejauh mana, karena ini juga sudah masuk kasus kriminal ya," sebutnya.
Dengan demikian Eti mengimbau kepada para orangtua untuk tetap waspada dalam mengawasi anak-anak, terbukti ditempat ibadah pun dapat terjadi hal demikian.
"Kami sangat mengimbau kepada semua orang tua khususnya ibu-ibu karena kejadian ini terpisah dari bapaknya, jadi kewaspadaan itu perlu ditingkatkan bagi yang melaksanakan ibadah sudah kejadian seperti ini jadi harus kita antisipasi, karena sebetulnya baik kita ataupun orangtua tidak memperkirakan itu terjadi," kata Eti.
"Kepada smua orang tua dengan kejadian ini membuat kita lebih waspada lagi jangan sampai kejadian di masjid ini terulang kembali," harap Eti.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/pelecehan-di-masjid.jpg)