Konflik Palestina dan Israel

Jendral Israel Mengaku Kalah, Pantas Setuju Gencatan Senjata, Alami Kerugian Terbesar Lawan Hamas

Brigadir Jenderal (Purn.) Assaf Agmon menyatakan bahwa tidak perlu melihat jauh untuk mengakui pencapaian Hamas

Editor: Hendra
IBRAHEEM ABU MUSTAFA
GENCATAN SENJATA: Warga Palestina tumpah ke jalanan Gaza rayakan gencatan senjata 21 Mei 2021 setelah 11 hari pertempuran dengan Israel tak tampak akan berhenti 

POSBELITUNG.CO, -- Israel dan Palestina saat ini telah sepakat melakukan gencatan senjata.

Konflik Palestina dan Israel ini ternyata diakui dimenangkan oleh Hamas.

Klaim kemenangan Hamas dalam perang selama 11 hari itu datang dari pihak Israel sendiri.

Setelah Mesir turun tangan untuk menfasilitasi, konflik yang berjalan selama 11 hari itu pun berakhir pada Jumat (21/5/2021).

Konflik yang berlangsung sejak Ramadhan hingga beberapa hari usai Idul Fitri tersebut telah menelan banyak korban jiwa.

Kerugian materiil pun tak terhitung banyaknya terutama dengan hancurnya fasilitas-fasilitas publik di Gaza.

Pemukiman warga Palestina di Gaza diserang tentara Israel, Selasa (11/5/2021).
Pemukiman warga Palestina di Gaza diserang tentara Israel, Selasa (11/5/2021). (Istimewa)

Untuk korban jiwa, pihak Gaza kehilangan 244 orang dengan 65 di antaranya adalah anak-anak.

Sementara di pihak Israel, jumlah korban jiwa mencapai 12 orang dengan 2 di antaranya adalah anak-anak.

Ya, sekilas terlihat bahwa Hamas yang berada di Gaza mengalami lebih banyak kerugian, namun fakta terbaru mengungkap bahwa ini adalah salah satu kesuksesan terbesar mereka.

Walau harus menelan lebih banyak korban jiwa dan mengalami kerugian materi yang lebih parah, faktanya Hamas tersenyum usai gencatan senjata.

Setidaknya itulah yang disampaikan oleh seorang mantan jenderal senior di Angkatan Udara Israel, seperti dilansir Haaretz, Selasa (25/5/2021).

Brigadir Jenderal (Purn.) Assaf Agmon menyatakan bahwa tidak perlu melihat jauh untuk mengakui pencapaian Hamas.

"Masalah Palestina, terutama di Gaza, kembali menjadi agenda utama setelah kami meyakinkan diri kami sendiri bersama dengan beberapa negara bahwa masalah ini memudar."

Namun, menurut Agmon, kini masalah Palestina kembali menjadi perhatian dunia, bahkan Hamas bak mendapatkan lagi dirinya berada di hati rakyat Palestina.

“Sekarang, Hamas dipandang sebagai pemimpin sentral di antara rakyat Palestina, bahkan di Tepi Barat dan negara-negara di Timur Tengah," tutur Agmon.

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved