Info Kesehatan

6 Hal Segera Dilakukan Ketika 'Divonis Diabetes Tipe 2

Mengelola asupan karbohidrat dapat membantu membalikkan beberapa efek diabetes tipe 2.

Editor: Rusaidah
Grid.id
Jangan menyalahkan diri sendiri saat divonis diabetes tipe 2.  

POSBELITUNG.CO - Kita mungkin tak akan pernah melupakan saat dokter memberikan kabar hasil diagnosis bahwa kita sudah menyandang diabetes tipe 2.

Rolllercoaster emosi mengikuti, padahal bila kita jeli, mungkin selama satu dekade terakhir dokter sudah memperingatkan bahwa kita mungkin sudah terkena pradiabetes.

Dokter meminta mengubah kita gaya hidup, tetap kita adem ayem saja mendengarkannya. Kini 'vonis' itu tiba, perasaan itu muncul, 'mengapa saya yang kena'?

Pertama, ketahuilah bahwa emosi yang muncul ini sah-sah saja dan sepenuhnya normal.

Sungguh luar biasa mengetahui bahwa kita mengidap penyakit kronis seperti diabetes tipe 2.

Dan itu bisa membuat kita merasa seolah-olah kita tidak memiliki banyak kendali atas kesehatan dan kehidupan kita saat ini.

Jangan khawatir, kita tidak sendirian. Puluhan juta manusia di luar sana menyandang predikat yang sama (diabetes tipe 2).

Maka yang perlu kita lakukan adalah memberdayakan diri sendiri agar diabetes ini tidak berkembang menjadi komplikasi.

Mulai dari memantau kadar glukosa dengan alat paling akurat hingga mengubah pola makan tanpa menyakiti diri sendiri, untuk membuat perjalanan ini lebih mudah dikelola.

Berikut ada enam 6 hal penting yang perlu diingat ketika dokter mendiagnosis kita sebagai penyandang diabetes tipe 2:

1. Jangan menyalahkan diri sendiri

Ya, faktor gaya hidup dapat menyebabkan diabetes tipe 2, kelebihan berat badan, tidak banyak bergerak, dan kurang tidur adalah beberapa di antaranya.

Tapi itu belum semuanya. Genetika bisa memainkan peran besar dalam diagnosis. Penelitian telah menunjukkan bahwa risiko seumur hidup kita terkena diabetes tipe 2 adalah 40% jika memiliki satu orang tua dengan kondisi tersebut, dan 70% jika kedua orangua hidup dengan diabetes tipe 2.

Ras juga dapat berkontribusi pada diagnosis. Menurut pedoman terbaru American Diabetes Association (ADA) , orang Asia Selatan, Cina, dan kulit hitam paling berisiko terkena diabetes.

Jadi, meskipun gaya hidup dapat memicu penyakit tersebut, kecenderungan untuk mengembangkan diabetes tipe 2 mungkin merupakan sesuatu yang benar-benar di luar kendali kita.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved