Selingkuh

Skandal Perselingkuhan Istri Terbongkar, Sering Check In Bersama Teman Sekantor di Hotel

Dalam persidangan, Wenny mengaku sering check in (tidur) di hotel dengan pria sekantor, Zacharias Fananov.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Kolase Tribun Bogor/SURYA.co.id/Samsul Arifin
Ilustrasi perselingkuhan. Foto kanan : suasana sidang kasus dugaan penganiayaan di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (9/6/2021). Dalam kasus itu terkuak, seorang wanita bersuami di Surabaya bernama Wenny yang menjadi korban dugaan penganiayaan mengaku menjalin asmara dengan teman sekantornya, Zacharias sekaligus suami terdakwa Asteria. 

Meskipun mungkin masih ada sedikit rasa cinta, namun wanita bisa saja berselingkuh ketika merasa hubungannya tidak membuatnya bahagia.

Ini bisa saja disebabkan oleh amarah, masalah rumah, finansial, masalah keluarga, atau lainnya, dan para wanita yang berselingkuh karena alasan ini mungkin menemukan bahwa selingkuh adalah jawaban yang tidak didapatkan dari hubungan mereka.

"Ketika ada ketegangan atau suasana membosankan di rumah, kegembiraan yang dirasakan ketika bertemu orang baru tersebut bisa menjadi distraksi dan godaan yang terlalu menyenangkan untuk ditolak," ujarnya.

3. Mencari keintiman

Keintiman, baik fisik maupun emosional, adalah kebutuhan semua orang yang tentunya ingin dipenuhi.

Jika seorang wanita merasa kebutuhan itu tidak dapat terpenuhi dalam hubungannya dan orang lain di luar pernikahan bisa memberikan tipe keintiman yang diinginkannya, maka muncul rasa ketertarikan.

Beberapa penelitian lama menemukan bahwa wanita cenderung memiliki hubungan emosional yang lebih kuat pada orang baru ketika mereka berselingkuh ketimbang pria.

Artinya, romansa adalah bagian dari perselingkuhan bagi wanita.

4. Diperlakukan spesial oleh orang baru

Terkadang seseorang berselingkuh hanya karena orang baru yang masuk di kehidupannya membuatnya merasa spesial atau merasa menjadi orang lain.

"Sejumlah wanita melaporkan bahwa pasangan selingkuhnya membuat mereka merasa istimewa, seksi dan dipuja, dan perhatian itu sulit diabaikan, tidak peduli apa yang dilakukan pasangan mereka di rumah," kata Nelson.

5. Percaya diri rendah

Menurut psikolog Margaret Paul, PhD, kepercayaan diri yang rendah dapat menciptakan keinginan akan validasi dari luar.

Jika seorang istri tak mendapatkan validasi dari suaminya, ia mungkin saja terdorong untuk berselingkuh.

Apalagi jika sejak awal tidak ada komunikasi yang baik sehingga istri tidak dapat mengungkapkan keinginannya tersebut.

"Mereka mengabaikan diri mereka sendiri dalam berbagai hal dan karena itu mereka sangat butuh perhatian dari luar," ujarnya.

Dalam hal ini, perselingkuhan terjadi bukan karena kurangnya perhatian dari pasangan tetapi lebih kepada diri mereka sendiri yang tidak memberikan dirinya perhatian.

6. Ingin hubungannya berubah

Bisa jadi, selingkuh adalah cara seseorang untuk kabur dari masalah dalam hubungan yang mereka rasa tak bisa diselesaikan.

Paul membandingkannya dengan lari ke alkohol dan obat-obatan. Ketika beberapa orang memilih lari dari masalah dengan minum alkohol dan obat-obatan, bagi beberapa orang lainnya selingkuh adalah cara dia untuk lari dari perasaan yang muncul karena masalah hubungan.

Munculnya masalah dalam hubungan bisa membuat seseorang merasa ingin mengakhiri hubungan atau sebetulnya sekadar ingin hubungannya berubah.

"Wanita berselingkuh untuk mengakhiri pernikahannya atau untuk mempertahankannya," kata dia.

Berita kasus selingkuh

(Penulis: Samsul Arifin)

Artikel ini sebagian telah tayang di Surya.co.id dengan judul Wanita Bersuami di Surabaya Ini Akui Sering Check In dengan Suami Orang Terungkap di Persidangan

Sumber: Surya
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved