Naftali Bennett Sukses Lengserkan Netanyahu, Joe Biden Cari Muka, Sebut AS Teman Terbaik Israel

Presiden AS Joe Biden langsung cepat-cepat memberi ucapan selamat ke Bennett, PM Israel yang baru terpilih, sampai menyebut AS teman terbaik Israel

Editor: Hendra
Jerusalem Post/ tangkapan layar
Perdana Menteri Israel yang beru terpilih Naftali Bennett 

POSBELITUNG.CO, TEL AVIV, –  Kursi Perdana Menteri Israel yang lama diduduki oleh Benjamin Netanyahu akhirnya lengser, Minggu (13/6/20201).

Hal ini terjadi setelah Parlemen Israel melakukan pemungutan suara untuk memili perdana menteri.

Pemungutan ini dilakukan terkait koalisi pemerintahan baru.

Parlemen Israel alias Knesset akhirnya mengakhiri kepemimpinan Netanyahu yang selama 12 tahun berturut-turut menjabat sebagai Perdana Menteri Israel.

Knesset lantas memilih mantan sekutu Netanyahu, Naftali Bennett, sebagai Perdana Menteri Israel yang baru.

Melansir AFP, Bennett merupakan seorang nasionalis sayap kanan Yahudi.

Ia juga sebagai jutawan teknologi, dan mantan komandan pasukan khusus Israel.

Dia dilantik sebagai pemimpin koalisi delapan partai yang sebenarnya terbagi secara ideologis, tetapi disatukan karena kemuakan mereka terhadap Netanyahu.

Sebelum dilengserkan, Netanyahu bersumpah bahwa dia akan terus berada di politik meski nanti menjadi oposisi.

Netanyahu telah lama menjadi tokoh dominan dalam politik Israel.

Oleh pendukungnya, dia disebut sebagai "Raja Bibi" dan "Tuan Keamanan”.  

Sementara itu, para pengkritiknya menyebut Netanyahu sebagai "menteri kejahatan".

Setelah drama politik yang berlarut-larut selama beberapa pekan terakhir, 60 kursi di Knesset memilih untuk melengserkan Netanyahu sedangkan 59 kursi berpendapat sebaliknya.

Jumlah kursi di Knesset berjumlah 120 kursi.

Itu artinya, Netanyahu dilengserkan hanya dengan selisih suara yang sangat tipis.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved