Israel Ketakutan, Iran Dipimpin Ebrahim Raisi Cucu Nabi Muhammad, Tuduh Pembunuh dan Algojo Brutal

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett tak senang terpilihnya Ebrahim Raisi sebagai Presiden Iran hingga menuduh cucu nabi itu sebagai algojo brutal

Tayang:
Editor: Hendra
military machine
Iran bakal bumi hanguskan Israel 

POSBELITUNG.CO, YERUSALEM,  -- Iran dan Israel tak akan pernah bisa akur, apalagi terpilihnya Ebrahim Raisi sebagai Presiden Iran.

Perdana Menteri Israel yang juga baru terpilih, Naftali Bennett rupanya tak senang dan marah Ebrahim Raisi menjadi Presiden Iran.

Sampai-sampai Naftali Bennett ketakutan dengan Ebrahim Raisi mengungkapkan isu lama.

Israel, yang menentang pengembangan nuklir Iran selama ini menuduh Raisi sebagai "pembunuh massal".

Bennett bahkan mengatakan, pemilihan Raisi adalah "kesempatan terakhir bagi kekuatan dunia untuk bangun", melawan proyek nuklir Iran.

Dilansir Daily Express, Bennett, tak segan menuduh Raisi dan proyek nuklirnya sebagai pembunuh massal dan algojo brutal.

“Rezim algojo brutal tidak boleh dibiarkan memiliki senjata pemusnah massal yang memungkinkannya untuk tidak membunuh hanya ribuan, tetapi jutaan manusia,” ujar Bennett.

Sementara itu, juru bicara kementerian luar negeri Israel Lior Haiat, menggambarkan Raisi sebagai "seorang ekstremis yang bertanggung jawab atas kematian ribuan orang Iran".

Salah satu sumber dari Pemerintah Israel juga mengatakan hal senada.

"Tidak akan ada pilihan lain selain kembali dan menyiapkan rencana serangan untuk program nuklir Iran," ujarnya.

“Walaupun itu akan membutuhkan anggaran dan realokasi sumber daya,” tambahnya.

Sementara itu, kepala intelijen Israel yang mengundurkan diri Yossi Cohen, mengklaim bahwa agen mata-mata Mossad berada di balik serangkaian serangan sabotase baru-baru ini.

Sabotase Mossad dituduh menargetkan situs dan personel nuklir Iran.

Sebelumnnya pada 11 April, Iran memang melaporkan kerusakan kritis pada sentrifugal fasilitas nuklir Natanz.

Serangan di Natanz awalnya digambarkan hanya sebagai pemadaman listrik Tapi kemudian para pejabat Iran mulai menyebutnya sebagai serangan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved