Berita Belitung Timur

Pertama di Bangka Belitung, Beras Lokal Petani Danau Nujau Belitung Timur Dinyatakan Halal

Beras hasil produksi petani di Danau Nujau Gantung, Belitung Timur dinyatakan halal.

Penulis: Bryan Bimantoro |
Ist/Prokopimdias
Penyerahan sertifikat halal produk beras Danau Nujau Gantung oleh Kepala LPPOM Babel kepada Bupati Beltim, Sabtu (19/6/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Beras hasil produksi petani di Danau Nujau Gantung, Belitung Timur dinyatakan halal.

Sertifikat halal ini dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Babel.

Bupati Belitung Timur Burhanudin mengatakan adanya sertifikat ini adalah satu langkah maju di sektor pertanian, utamanya bagi kesejahteraan petani.

Dengan halalnya beras asli Belitung Timur ini bisa makin melebarkan pasar bagi produk UMKM ini.

"Alhamdulillah beras putih maupun beras merah dari petani Danau Nujau sudah halal. Saya sudah promosikan juga di Tanjungpandan supaya pasarnya semakin luas," kata Burhanudin kepada wartawan, Senin (21/6/2021).

Ia mengajak masyarakat Belitung Timur dan Belitung agar bisa mengonsumsi beras asal Gantung ini, karena beras ini tidak kalah dengan lainnya dari segi kualitas maupun harga.

Burhanudin menyebutkan dengan membeli beras dari petani lokal, masyarakat bisa membantu menyejahterakan mereka dan tentunya akan berefek kepada hasil produksi yang akan terus meningkat.

“Setelah ini kita juga akan melakukan hal yang sama kepada UMKM-UMKM yang lain untuk sama-sama mendapatkan sertifikasi halal. Jadi bukan hanya beras saja, tapi produksi-produksi lain kita akan dorong juga khususnya untuk UMKM yang ada di Belitung Timur,” kata Burhanudin.

Dihubungi terpisah, Direktur LPPOM MUI Babel Nardi Protomo mengapresiasi upaya Pemkab Belitung Timur dalam mendorong produk beras petani lokal agar memiliki sertifikat halal.

Bahkan menurutnya hal ini pertama kali terjadi di Bangka Belitung yang pemkabnya mendorong produk beras agar tersertifikasi halal.

“Ini suatu hal yang membanggakan bagi kita karena untuk sertifikasi penetapan halal yang diberikan ke produk beras yang di dukung oleh pemerintah untuk di Babel baru di Beltim ini, dukungan yang luar biasa dari pemerintah,”  ungkap Nardi.

Nardi mengatakan, saat ini kebutuhan belanja halal dunia sangat besar hingga mencapai Rp 60 ribu triliun, sedangkan Indonesia baru berpotensi menyanggupi sekitar Rp 2.500-an triliun sehingga peluang seperti ini harus segera dimanfaatkan oleh Beltim.

"Kami insyaallah sangat yakin dan percaya ada harapan yang bagus untuk Beltim ini akan semakin maju. Produk berasnya bisa tersebar ke seluruh Indonesia,”  kata Nardi. (Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved