Berita Belitung

Ikan Gangan Kaleng Masih Proses Uji Laboratorium dan Perizinan Sebelum Siap Diedarkan

Ikan gangan yang disajikan dalam kemasan kaleng bakal menjadi pilihan buah tangan setelah berkunjung ke Kecamatan Selat Nasik.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
Ikan Gangan Kaleng Masih Proses Uji Laboratorium dan Perizinan Sebelum Siap Diedarkan - 20210625-bupati-belitung1.jpg
Dok/Bappeda Belitung
Bupati Belitung saat menampilkan ikan gangan kaleng hasil pelatihan ibu-ibu Kecamatan Selat Nasik, Jumat (25/6/2021)
Ikan Gangan Kaleng Masih Proses Uji Laboratorium dan Perizinan Sebelum Siap Diedarkan - 20210625-gangan-kaleng1.jpg
Dok/ASPPI Babel
Ikan gangan kemasan kaleng hasil pelatihan. Ibu-ibu saat mengikuti pelatihan, Kamis (24/6/2021).

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Ikan gangan yang disajikan dalam kemasan kaleng bakal menjadi pilihan buah tangan setelah berkunjung ke Kecamatan Selat Nasik.

Selama tiga hari, ibu-ibu dari berbagai desa di kecamatan tersebut berlatih memasak hingga mengemas masakan gangan dalam kemasan yang lebih praktis.

Selanjutnya, ikan gangan kaleng masih akan menjalani uji laboratorium dan perizinan sebelum diedarkan secara luas.

"Misalnya gangan kaleng butuh izin edar makanya kami juga undang Loka POM Belitung dan Dinas Kesehatan sehingga persyaratan bisa beredar masih panjang, termasuk rumah produksinya harus benar," kata Kabid Sosial-Budaya dan Pemerintahan Bappeda Kabupaten Belitung Hennyka, Jumat (25/6/2021).

Ide membuat ikan gangan kaleng ini tercetus setelah menggali potensi pada program Responsive Innovation Fund (RIF).

Program yang bertujuan mengembangkan kawasan pedesaan prioritas ini memang dilakukan di Kecamatan Selat Nasik yang merupakan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN).

Satu di antaranya dengan merangkum paket wisata yang disebut Ngayau Mendanau.

Selain buat hidangan saat wisatawan datang ke Pulau Mendanau, juga perlu ada kuliner yang bisa dijadikan oleh-oleh. Bekerja sama dengan Tim Dapur Desa Chef Ragil, mulailah dipikirkan kemasan yang lebih praktis, yakni dengan cara dikalengkan. 

"Chef Ragil ini dua kali datang ke Belitung, pertama mereka gali dulu potensi kuliner, lalu idenya gangan," jelasnya. 

Selain itu, ada juga potensi ikan laisi. Di Desa Pulau Gersik, ketika musim ikan laisi sampai dibuang karena masyarakat tidak sanggup lagi untuk pengawetan atau dibikin ikan asin.

Maka ada ide dibuat menjadi tepung ikan atau bisa juga dibuat kecap ikan.

Oleh karena itu, selama tiga hari pelatihan tersebut tak hanya belajar mengolah dan mengemas gangan kaleng, juga ada pelatih pembuatan kecap ikan, tepung ikan, dan minuman probiotik nanas yang berbahan dasar kulit nanas yang bisa dijadikan sebagai welcome drink atau minuman penyambutan. 

"Harapannya untuk program ini adalah konsistensi dan semangat masyarakat untuk terus melanjutkan apa yang telah dilatih, kolaborasi, dan dukungan berbagai pihak," kata Hennyka.

Gangan Belitung dalam Kemasan Kalengan

Ikan gangan kemasan kaleng hasil pelatihan. Ibu-ibu saat mengikuti pelatihan, Kamis (24/)6/2021).
Ikan gangan kemasan kaleng hasil pelatihan. Ibu-ibu saat mengikuti pelatihan, Kamis (24/)6/2021). (Dok/ASPPI Babel)
Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved