Breaking News:

Berita Belitung

Mahasiswa Asal Belitung Ceritakan Nuansa Iduladha saat PPKM di Yogyakarta

Meski kali ini bukan kali pertama merayakan Iduladha jauh dari keluarga, namun baginya tetap ada perasaan berbeda apalagi dimasa pandemi ini. 

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Khamelia
IST/Dok pribadi
Mahasiswa asal Belitung Cheni Kurata A'yun yang sedang berkuliah di Yogyakarta. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Nuansa Iduladha terasa berbeda bagi Cheny Kurata A'yun, mahasiswa asal Belitung yang kini tengah menempuh pendidikan di satu kampus di Yogyakarta.

Bukan hanya tak bisa merayakan hari raya bersama keluarga, namun suasana pun berbeda karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang masih diterapkan.

Meski kali ini bukan kali pertama merayakan Iduladha jauh dari keluarga, namun baginya tetap ada perasaan berbeda apalagi dimasa pandemi ini. 

Ketika dihubungi posbelitung.co, Selasa (20/7/2021), wanita 21 tahun ini mengatakan perayaan Iduladha di Kota Pelajar masih berlangsung. Meski ada batasan tertentu yang harus dilakukan sebagai penerapan protokol kesehatan.

Salat Iduladha pun masih berlangsung di masjid tertentu. Di daerah tak jauh dari tempat tinggalnya, selesai Subuh, ada pengumuman dari pihak masjid yang mempersilakan siapa pun yang ingin melaksanakan salat di masjid.

"Di daerah dekat sini, ada dua masjid desa yang masih menyelenggarakan salat Iduladha. Sementara masjid kampus tidak ada pelaksanaan salat," ucap alumni SMAN 1 Tanjungpandan ini.

Baginya, tak ada aktivitas berbeda saat Iduladha. Kalau di rumah, lebaran selalu identik dengan berkumpul bersama keluarga, kini ia hanya melakukan aktivitas seperti biasa di indekosnya yang berada di daerah Sleman.

"Kalau di sini tidak banyak yang berbeda dengan hari biasa, hanya rasanya berbeda. Ada rasa tidak nyaman, karena kalau di rumah sudah makan daging yang dimasak umak (ibu)," imbuh mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Meski begitu, ia masih tetap bersyukur. Karena nuansa lebaran tetap terasa, karena masih bisa menikmati daging kurban yang dibagikan oleh pengurus masjid di sana. Daging tersebut langsung dimasak bersama kawan-kawan di indekos. 

Sebagai anak rantau, menjalani kehidupan di tengah pandemi tentu ada kekhawatiran yang dirasakan. Tak jarang, antar kawan satu indekos mulai khawatir ketika ada yang batuk atau pilek. Sehingga harus menjaga satu sama lain dan saling menyarankan memeriksakan diri jika ada yang terlihat kurang sehat.

Halaman
12
Tags
PPKM
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved