Berita Bangka Belitung
RESMI! Harga TBS Sawit Tertinggi Rp3.783 per Kg di Bangka Belitung
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung resmi menetapkan harga tertinggi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Bangka Belitung resmi menetapkan harga tertinggi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
- Harga tertinggi Rp3.783 per kilogram untuk tanaman umur 10–20 tahun
- Harga terendah Rp 3.088 per kilogram untuk tanaman umur 3 tahun
- Harga rata-rata berada di kisaran Rp3.400 per kilogram
POSBELITUNG.CO -- Pemerintah Provinsi Bangka Belitung resmi menetapkan harga tertinggi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Periode pertama April 2026 harga tertinggi ditetapkan mencapai Rp3.783 per kilogram.
Penetapan harga tersebut dilakukan dalam rapat bersama antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Bangka Belitung dengan perwakilan Pabrik Kelapa Sawit serta Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apksindo), Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Tujuh Tahanan Polres Bangka Kabur dari Sel
Kepala Bidang Perkebunan DPKP Babel, Isa Anshorie, mengatakan harga TBS sangat dipengaruhi oleh usia tanaman kelapa sawit.
"Harga tertinggi Rp3.783 per kilogram, untuk tanaman umur 10–20 tahun. Harga terendah Rp 3.088 per kilogram, untuk tanaman umur 3 tahun. Sedangkan harga rata-rata, berada di kisaran Rp3.400 per kilogram," ujar Isa.
Diketahui untuk penetapan harga TBS merupakan agenda rutin yang dilakukan dua kali dalam sebulan, untuk memberikan kepastian harga bagi petani mitra di wilayah Bangka Belitung.
"Perlu diketahui masyarakat, bahwa penentuan harga itu berdasarkan umur kelapa sawit. Harga yang kami tetapkan ini, berlaku untuk petani yang sudah terjadi dengan perusahaan," ucapnya.
Faktor Teknis Pengaruhi Harga Sawit
Terkait dinamika harga Isa mengungkapkan, terdapat beberapa faktor teknis dan ekonomi yang mempengaruhi harga di tingkat pabrik.
"Kualitas buah, sangat mempengaruhi kualitas minyak. Buah yang bagus secara fisik, belum tentu menghasilkan minyak yang optimal jika dipanen belum matang. Selain itu, kondisi saat ini juga dipengaruhi oleh kenaikan biaya transportasi dan harga BBM," jelasnya.
Pihaknya membeberkan masih adanya ketergantungan Provinsi Bangka Belitung, dalam pengiriman CPO (Crude Palm Oil) ke luar daerah seperti Belawan, Riau.
"Usulannya adalah pembangunan pabrik pengolahan lebih lanjut, jadi bukan hanya pabrik pengolahan CPO saja. Kita butuh industri hilir disini, supaya nilai tambah lebih besar dan tidak melulu terbebani biaya transportasi pengiriman keluar," ungkapnya.
Baca juga: Hellyana Wagub Bangka Belitung Dituntut 8 Bulan Penjara
Apkasindo Kompak Serukan Transparansi
Ketua DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Bangka Tengah, Maladi menyoroti ketidakseriusan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dalam menentukan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit.
Hal ini pun diungkapkannya, usai menggelar rapat bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung.
"Fokus utama bukan sekadar pada angka harga yang dihasilkan, melainkan pada proses transparansi dan kedisiplinan para pemangku kepentingan," ujar Maladi.
| Tak Ada Pembebasan, Aktivitas WPR di Bangka Belitung Bergantung Pemilik Lahan |
|
|---|
| Hellyana Wagub Bangka Belitung Dituntut 8 Bulan Penjara |
|
|---|
| Penambang Pesimis Garap WPR Bangka Belitung, Cadangan Timah di Lapisan Atas Makin Menipis |
|
|---|
| 36 Blok WPR di Bangka Belitung, Penambang Jangan Masuk IUP PT Timah |
|
|---|
| Pemprov, Pemkab dan Pemkot di Babel Siapkan Skema WFH ASN, Siap-siap Mulai Pekan Depan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20260409-HARGA-TBS-SAWIT.jpg)