Sosok Ari Kuncoro, Izin Khusus dari Jokowi Boleh Rangkap Jabatan, Rektor UI dan Wakil Komut BUMN

Demi mengizinkan Ari Kuncoro merangkap dua jabatan yakni Rektor UI dan Komisaris BUMN, Jokowi sampai mengubah PP tentang Statuta UI

Editor: Hendra
IST
Ari Kuncoro, Rektor Universitas Indonesia 

POSBELITUNG.CO - Sosok Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro menjadi ramai diperbincangkan publik.

Pasalnya ia mendapat restu atau izin khusus dari Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengubah statuta UI yang memperbolehkan ia merangkap jabatan.

Selain menjabat sebagai rektor UI, Jokowi mengizinkan ia merangkap jabatan sebagai Komisari BUMN.

Sontak izin rangkap jabatan khusus Ari Kuncoro dari Presiden Jokowi ini menuai polemik dan jadi perbincangan publik.

Dengan merangkap jabatan, tentunya Ari Kuncoro juga mendapat 2 penghasilan dari jabatannya itu.

Nama Ari Kuncoro sebenarnya sudah lebih dahulu tuai polemik.

Bermula ketika ia mengkritik pengurus BEM UI, yang mengkritik Presiden Joko Widodo sebagai 'The King of Lip Service' melalui media sosial BEM UI.

Kemudian terkuak ia merangkap jabatan.

Ari Kuncoro adalah Wakil Komisaris Utama BUMN, sekaligus Rektor UI, mengutip Kompas.com.

Beberapa pihak menganggap praktik ini sebagai bentuk malaadministrasi.

Hal ini karena bertentangan dengan Pasal 35 huruf c Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI.

Dalam pasal tersebut rektor dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat perusahaan BUMN/BUMD.

"Rektor dan wakil Rektor dilarang merangkap sebagai) pejabat pada badan usaha milik negara/daerah maupun swasta," tulis Pasal 35 huruf c PP 68/2013.

Halaman
123
Sumber: Intisari
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved