Breaking News:

Berita Belitung

Warga Belitung Tak Perlu Panik, PPKM yang Sementara Dilaksanakan Sudah Dekati Level 4

Pemerintah Pusat memutuskan Kabupaten Belitung menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Senin (26/7/2021) mendatang.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Eltjandring
IST/dok Prokopim
Pelaksanaan rapat Pemerintah Kabupaten Belitung dan Forkompimda bersama Gubernur Bangka Belitung di ruang rapat Pemerintah Kabupaten Belitung tentang penerapan PPKM level 4, Sabtu (24/7/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemerintah Pusat memutuskan Kabupaten Belitung harus menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Senin (26/7/2021) mendatang.

Untuk hal ini, Pemerintah Kabupaten Belitung, sudah melakukan rapat bersama Gubernur Bangka Belitung secara virtual tentang penetapan Belitung dan Belitung Timur harus menerapkan PPKM Level 4.

Adanya penetapan PPKM Level 4 tersebut, lantaran kondisi kasus Covid-19 di Pulau Belitung mengalami peningkatan.

"Kalau kami melihat, PPKM Level 3 dan Level 4 itu perbedaannya tidak banyak sekali. Belitung PPKM insentifnya sudah diperpanjang kedua kalinya, kalau kami lihat komponen PPKM-nya (PPKM Level 4), Belitung 90 persen sudah melaksanakan," kata Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie kepada Posbelitung.co, Sabtu (24/7/2021).

Apa yang sudah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Belitung bersama Forkompimda pada PPKM insentif ini, sama dengan PPKM Level 4. Hanya terdapat dua perbedaan saja, WFH dan pelaksanaan ibadah di tempat ibadah.

"Itu saja. Misalkan tempat ibadah itu masih di jalankan dengan prokes yang ketat, dan pembatasan jumlah. Terus pernikahan sudah tidak direkomendasikan, bahkan sudah mendahului PPKM Level 4 penerapan di Belitung. Jadi kami tidak perlu kaget atau panik," ujarnya.

Namun, kata dia, yang harus dilakukan saat ini, bagaimana memutus mata rantai, dengan cara mengintensifkan apa yang sudah ditetapkan.

"Seperti orang yang isoman (isolasi mandiri) diperhatikan lebih. Ya kalau Senin diterapkan PPKM Level 4, tinggal menyesuaikan surat edaran saja, tinggal di tambah keputusan Menko dan pak Gubernur," jelasnya.

Satu di antara memutus mata rantai itu, seperti penumpang yang datang ke Belitung tidak boleh hanya swab antigen. Tetapi harus ada 'saringan' lagi yang lebih ketat,

"Misalkan PCR atau kerantina mandiri dan itu penting, jangan sampai ibaratkan piring sudah bersih kotor lagi, nanti rumah sakit penuh terus. Strategi ini yang harus di jalankan," pungkasnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved