Info Kesehatan
Punya Gejala Hampir Sama, Ini Bedanya Sesak Napas Akibat Covid-19 dan Serangan Jantung!
Sedangkan sesak napas karena serangan jantung biasanya terjadi secara mendadak dan tanpa riwayat demam.
Lebih parahnya, jika angka ini turun hingga di bawah 80 persen dapat menyebabkan kerusakan pada organ vital.
Menurut review dari 13 studi yang diterbitkan dalam Journal of Infection, sesak napas pada pasien Covid-19 dapat menimbulkan risiko timbulnya penyakit parah dan kritis.
Orang lanjut usia yang berumur di atas 65 tahun, perokok, punya riwayat diabetes, penyakit kardiovaskular, serta kekebalan tubuh yang lemah disebut sangat rentan mengalami hal ini.
Pengaruh rasa cemas
Ketika seseorang dinyatakan terinfeksi Covid-19, petugas kesehatan selalu menganjurkan untuk tidak panik dan cemas.
Stres dan cemas berlebih secara tidak langsung dapat membuat seseorang mengalami sesak napas.
Hal ini dikarenakan sistem saraf simpatik bereaksi dan menimbulkan respons fisiologis terhadap kecemasan yang dirasakan.
Respons ini bisa berupa jantung berdetak lebih kencang serta napas menjadi cepat dan dangkal.
Kapan harus minta pertolongan?
Terdapat 2 jenis gangguan proses pernapasan, yaitu ringan dan berat.
Gangguan proses pernapasan yang berat disebut sebagai sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).
Pada gangguan pernapasan yang mengarah ke ARDS terdapat gejala-gejala di antaranya adalah:
- Napas yang menjadi cepat dan sulit
- Timbul rasa sakit
- Sesak atau tidak nyaman di dada atau perut atas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/obat-sesak-napas-alami-di-dada.jpg)