Breaking News:

Ini Kata Calon Hakim Agung saat Ditanya Soal Diskon Hukuman Jaksa Pinangki dan Djoko Chandra

Wakil Ketua Komisi Yudisial M Taufiq HZ ingin menggali motivasi dan latar belakang Aviantara mengikuti seleksi hakim agung 2021

Editor: Hendra
(Komisi Yudisial )
Aviantara, Inspektur Wilayah I Badan Pengawasan Mahkamah Agung (MA), saat ikut tes seleksi calon hakim agung 2021 di sesi wawancara dengan Komisi Yudisial, Selasa (3/8/2021) 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA,Komisi Yudisial saat ini sedang menggelar tes wawancara kepada 24 calon hakim agung 2021.

Tes dilakukan terhitung dari Selasa (3/8/2021) hingga Sabtu (7/8/2021).

Proses wawancara itu dilakukan oleh 7 anggota Komisi Yudisial (KY), seorang negarawan dan seorang pakar hukum.

Salah satu peserta calon hakim agung yang ikut seleksi hakim agung adalah Aviantara.

Saat ikut dalam sesi wawancara tersebut ia dicecar dengan sejumlah pertanyaan.

Pertanyaan datang dari Wakil Ketua Komisi Yudisial M Taufiq HZ yang ingin menggali motivasi dan latar belakang Aviantara mengikuti seleksi tersebut.

Ia juga mempertanyakan soal diskon hukuman kepada terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra serta jaksa Pinangki Sirna Malasari.

"Saya lebih condong menekankan pada memberikan pelayanan yang berkeadilan pada pencari keadilan," jawab Aviantara, dalam wawancara terbuka, Selasa (3/8/2021).

Taufiq pun menyinggung fungsi hakim saat ini yang kerap disebut sebagai tukang sunat perkara di sejumlah media.

"Sekarang seperti yang kita tahu dari berbagai sumber, terutama di media, bahwa fungsi-fungsi hakim sudah berubah menjadi tukang sunat katanya. Sehingga beberapa perkara belakangan ini mulai dari Pinangki, Dioko Tjandra, itu putusan yang di tingkat pertama itu disunat di tingkat banding," tutur Taufiq.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved