Virus Corona di Belitung

Tiga Orang Pria dan Satu Perempuan Hari Ini Meninggal Dunia Saat Terpapar Covid-19 di Belitung

Terdapat tiga orang pria dan seorang perempuan di Kabupaten Belitung, Sabtu (7/8/2021) yang meninggal dunia saat terpapar covid-19.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: nurhayati
Ist/BPBD Beltim
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien yang tertular covid-19. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Terdapat tiga orang pria dan seorang perempuan di Kabupaten Belitung, Sabtu (7/8/2021) yang meninggal dunia saat terpapar covid-19.

Empat orang itu, sekarang sudah dimakamkan sesuai protokol kesehatan (prokes).

Keempat orang itu, pria inisial JA (37) warga Jalan Akil Ali, Kelurahan Pangkallalang. JA meninggal dunia sekitar pukul 23.21 WIB tadi malam di ruang isolasi E RSUD H Marsidi Judono Belitung.

Kemudian, perempuan inisial SN (59) warga Jalan Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk. SN meninggal dunia sekitar 23.40 WIB di ruangan isolasi B RSUD.

Pasien ketiga, pria inisial YS (66) warga Kelurahan Tanjung Pendam, Tanjungpandan. Ia meninggal dunia sekitar pukul 00.20 WIB dini hari diruang isolasi A.

Pasien ke empat meninggal dunia, inisial YS (61) warga Jalan Patimura Kelurahan Tanjung Pendam. YS meninggal dunia sekitar pukul 08.13 WIB di ruang isolasi B RSUD H Marsidi Judono Belitung.

"Tengah malam tadi ada dua orang, satu orang dini hari tadi dan satu orang tadi pagi," kata Kabag TU UPT RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung Ika Harniati kepada posbelitung.co, Sabtu (7/8/2021).

Untuk pasien JA, datang ke RSUD dan menjalani perawatan dari tanggal 2 Agustus 2021 lalu. Ia datang ke RSUD dengan kondisi mengeluhkan sesak berat, sakit kepala, demam rujukan dari klinik swasta di Tanjungpandan.

Pasien ini sudah dilakukan swab, alhasil positif terpapar covid-19. Pasien langsung dirawat diruang isolasi E, lantaran kondisi sesak berat dan saturasi oksigen dibawah 90 persen.

"Beberapa hari menjalani perawatan, kondisi pasien semakin memburuk, hingga pasien meninggal dunia," ungkap Ika.

Sedangkan untuk pasien SN, menjalani perawatan terhitung, Kamis (5/8/2021). Kali pertama datang ke RSUD, pasien ini mengeluh lemas, batuk, sesak, demam dengan riwayat swab antigen positif terpapar covid-19.

"Pasien kemudian kami rawat di ruang isolasi B, hingga kemarin Jumat kondisi pasien mengalami pemburukan. Terjadi penurunan kesadaran, tekanan darah menurun, peningkatan suhu, penurunan saturasi, hingga meninggal dunia," bebernya.

Pasien ketiga, sudah menjalani perawatan dari tanggal 24 Juli 2021. Pasien rujukan IGD covid-19 itu, dari awal memang terpapar covid-19 di Belitung di sertai komorbid darah tinggi dan tidak ada riwayat vaksin covid-19.

Tertanggal 3 Agustus 2021, karena kondisi pasien semakin memburuk, maka dipindahkan ke ruang isolasi A.

Saat itu kondisi pasien sesak berat, dan terjadi penurunan saturasi. 

"Ke esokan harinya, Kamis kemarin pasien terpasang alat bantu nafas ventilator mekanik. Karena kondisi pasien semakin memburuk, dan tidak tertolong lagi, hingga pasien meninggal dunia," jelas Ika.

Namun untuk pasien YS, sudah menjalani perawatan di RSUD H Marsidi Judono Belitung terhitung sejak tanggal 29 Juli 2021 lalu. Pasien ini saat dilakukan swab antigen, positif terpapar covid-19. 

"Pasien ini pula memang ada komorbid jantung. Namun karena kondisi pasien semakin memburuk, mengalami sesak berat, penurunan saturasi, peningkatan suhu dan tekanan darah menurun. Hingga tadi pagi pasien meninggal dunia," jelasnya.

Keempat pasien itu, merupakan pasien ke 160, 161, 162 dan 163 terpapar covid-19 berujung meninggal dunia, terhitung dari data bulan Maret 2020. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved