Breaking News:

Berita Belitung

Satu Pengerit BBM di Belitung Mengaku Beli Sampai 1 Ton Premium Tiap Hari, Pengelola SPBU Buka Suara

Seorang pengerit di SPBU Jalan Jenderal Sudirman, Desa Perawas, Tanjungpandan, Belitung blak-blakan tentang bagaimana cara dia mendapatkan BBM premium

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Eltjandring
Pos Belitung/Disa Aryandi
Mobil Sutriadi alias yang mengerit di SPBU Perawas, Tanjungpandan, Belitung menggunakan derigen, Jumat (10/9/2021) ketika ditertibkan oleh Polsek Tanjungpandan. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Seorang pengerit di SPBU Jalan Jenderal Sudirman, Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung blak-blakan tentang bagaimana cara dia mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.  

Bahkan pengerit bernama Sutriadi ini mengaku setiap hari mampu membeli BBM bersubsidi di SPBU tersebut hingga satu ton.

Pria 20 tahun itu membeli langsung menggunakan Jeriken ukuran 20 liter. Jeriken tersebut kemudian diangkut menggunakan mobil Toyota Kijang Komando bernomor polisi BN 2723 LR.

"Iya setiap hari aku ngerit di situ, mengisi di jeriken langsung. Ya premium saja, kalau pertalite jarang, tergantung permintaan saja," kata Sutriadi (Adi) kepada posbelitung.co ketika berada di Polsek Tanjungpandan.

Warga Jalan Jendral Sudirman Desa Perawas ini mengatakan, biasa setiap kali mengisi premium secara langsung sebanyak 60 jeriken setiap hari.

Dengan demikian Sutriadi setiap hari membeli 60 jeriken dikali 20 liter sehingga totalnya 1.200 liter atau mendekati satu ton.

"Kalau sekarang ada 80 jeriken di mobil itu, tapi yang baru terisi 25 jeriken, tadi sudah keduluan polisi datang ke SPBU.”

Polisi datang masih mengisi. Bayarnya per Rp 400.000,-, tapi diisi hanya Rp 385.000,- saja," ucapnya.

Lanjut dia, untuk premium tersebut setelah dibeli olehnya di SPBU, kemudian dibawa ke pembeli lain. Yaitu ke Damar dan Gantung Belitung Timur.

"Jadi aku jual lagi dan tidak menggunakan tangki modif aku, hanya pakai jeriken itu saja. Sendiri lah aku ngerit, biasa bongkar di rumah, satu jeriken itu aku dapat Rp 15.000,- untungnya," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved