Breaking News:

Human Interest Story

Hatta Kabong, Pemuda Belitung Punya Rumah Budaya dengan Beragam Koleksi Tanjak Dijual ke Luar Negeri

Muhammad Hatta atau yang lebih dikenal sebagai Hatta Kabong menjadi sosok pemuda Belitung yang menginspirasi.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Muhammad Hatta atau Hatta Kabong 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Muhammad Hatta atau yang lebih dikenal sebagai Hatta Kabong menjadi sosok pemuda Belitung yang menginspirasi.

Diusia muda, ia telah memiliki Rumah Budaya Kabong, layaknya rumah produksi sekaligus galeri berbagai produk karyanya. Di sini, beragam koleksi tanjak, kerajinan, hingga produk tekstil pun bisa dibeli, baik untuk pemakaian langsung maupun buah tangan.

Saat Posbelitung.co mengunjungi Rumah Budaya Kabong di Jalan Aik Ranggong, Desa Air Saga, Tanjungpandan, Selasa (21/9/2021), Hatta menunjukkan langsung beragam koleksi yang dimilikinya.

Terutama koleksi tanjak yang telah dipasarkannya sampai ke Malaysia dan Singapura.

Tanjak Belitung yang diproduksi Hatta Kabong
Tanjak Belitung yang diproduksi Hatta Kabong (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Tak hanya fasih menjelaskan mengenai produksi dan pemasaran produk tanjaknya, pemuda yang tengah menempuh pendidikan tinggi di kampus yang berada Yogyakarta ini juga fasih menjelaskan tentang cerita dibalik tanjak dan filosofinya.

Tanjak yang digunakan sebagai penutup kepala laki-laki Melayu ini, kata Hatta, merupakan kependekan dari kata tanah yang dipijak.

Setiap tanah Melayu Nusantara memiliki ciri khas tanjak masing-masing, begitu juga Belitung.

"Tanjak Belitung yang biasa nasional disebut getang-getang, dipakai lelaki Melayu Nusantara. Ada sinding yang dinamakan dari jurus silat biasanya dipakai para pendekar, serta tanjak datuk laksmana dipakai demang," ucapnya sambil menunjukkan bentuk tanjak yang berbeda saat siaran langsung di Facebook Pos Belitung.

Selain bentuk yang berbeda, tanjak ini juga memiliki motif dan bahan yang berbeda. Ada yang terbuat dari batik Belitung hingga kain songket.

Tak hanya memiliki beragam koleksi tanjak, Hatta juga menunjukkan hand bag atau tas tangan yang dibuat. Hand bag buatannya memiliki ciri khas dilengkapi dengan kain tenun biasa hingga kain songket.

"Kalau handbag dari songket biasa 15.000-an, kalau songket asli mulai dari Rp50.000-Rp150 ribu," jelas dia.

Berbagai produk kerajinan yang diproduksi di Rumah Budaya Kabong milik Hatta Kabong
Berbagai produk kerajinan yang diproduksi di Rumah Budaya Kabong milik Hatta Kabong (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Setelah menunjukkan handbag, Hatta Kabong juga menunjukkan alat tenun tradisional yang biasanya ia gunakan untuk membuat songket. Sekilas ia pun menjelaskan cara menenun kain songket yang memang memerlukan waktu lama untuk menghasilkan sehelai kain.

Di akhir perbincangan, Hatta menyampaikan harapannya agar semakin banyak masyarakat Belitung terutama pemuda ingin melestarikan adat budaya. Ditunjuk sebagai contoh wirausaha muda pemuda oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung, ia pun membuka kesempatan bagi pemuda agar bisa belajar di tempatnya.

"Kalau ingin belajar silakan dari umur 16-30 tahun. Karena layanan kepemudaan harus seperti itu. (Pelatihannya bisa) kerajinan kayu, tekstil, dan anyaman, tinggal pemuda mau atau tidak," ajak Hatta.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved